Hakim Penyunat Vonis Jaksa Pinangki Tak Lolos Seleksi Calon Hakim Ad Hoc MA
Jum'at, 03 Februari 2023 - 16:58 WIB
loading...
Lafat Akbar, hakim yang mengurangi vonis Jaksa Pinangki Kumalasari dari 10 menjadi empat tahun penjara di tingkat banding, tak lolos seleksi calon hakim ad hoc MA. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lafat Akbar, mantan Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Tinggi Jakarta, tidak lolos seleksi Calon Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung (MA). Nama Lafat Akbar tidak masuk dalam tiga nama yang diumumkan lolos oleh Komisi Yudisial (KY).
Dalam surat Pengumuman Nomor 04/PENG/PIM/RH.04.06/02/2023 tentang Kelulusan Seleksi Calon Hakim AD Hoc Hak Asasi Manusia pada Mahkamah Agung 2022/2023, tiga nama yang lolos adalah Harnoto (Anggota Polri), Heppy Wajongkere (Pengacara Firma Hukum Heppy Wajongkere and Partners) dan M. Fatan Riyadhi (Mantan Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Negeri Banda Aceh).
Baca juga: 6 Calon Hakim Agung MA dan 3 Calon Hakim Ad Hoc MA Lolos Seleksi KY
Pada sesi wawancara sebelumnya, Lafat Akbar sempat ditanya Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial Siti Nurjanah soal intimidasi yang diterimanya ketika menangani perkara Jaksa Pinangki Kumalasari.
Lafat malah menjelaskan alasannya memotong vonis Pinangki dari 10 tahun menjadi empat tahun penjara. "Kalau kita mengacu pada UU korupsi ya akhirnya memang kena, maksud saya begini, kasus Pinangki begini, jadi dia aktif ke tempat kerja si M tempat terdakwa M itu dia memg iming-iming ada perkara sebelumnya bahwa PK bisa diturunkan, jadi iming-iming itu yang diterima oleh si terdakwa ini (Pinangki)," kata Lafat.
Dalam surat Pengumuman Nomor 04/PENG/PIM/RH.04.06/02/2023 tentang Kelulusan Seleksi Calon Hakim AD Hoc Hak Asasi Manusia pada Mahkamah Agung 2022/2023, tiga nama yang lolos adalah Harnoto (Anggota Polri), Heppy Wajongkere (Pengacara Firma Hukum Heppy Wajongkere and Partners) dan M. Fatan Riyadhi (Mantan Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Negeri Banda Aceh).
Baca juga: 6 Calon Hakim Agung MA dan 3 Calon Hakim Ad Hoc MA Lolos Seleksi KY
Pada sesi wawancara sebelumnya, Lafat Akbar sempat ditanya Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial Siti Nurjanah soal intimidasi yang diterimanya ketika menangani perkara Jaksa Pinangki Kumalasari.
Lafat malah menjelaskan alasannya memotong vonis Pinangki dari 10 tahun menjadi empat tahun penjara. "Kalau kita mengacu pada UU korupsi ya akhirnya memang kena, maksud saya begini, kasus Pinangki begini, jadi dia aktif ke tempat kerja si M tempat terdakwa M itu dia memg iming-iming ada perkara sebelumnya bahwa PK bisa diturunkan, jadi iming-iming itu yang diterima oleh si terdakwa ini (Pinangki)," kata Lafat.
Lihat Juga :