KPK Sayangkan Kerap Disangkutpautkan dengan Politik Jelang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Februari 2023 - 13:15 WIB
loading...
KPK Sayangkan Kerap...
Kabag Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang mengaitkan lembaganya dengan kepentingan politik. Foto/Gedung KPK/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kabag Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Ali Fikri menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang mengaitkan lembaganya dengan kepentingan politik. Apalagi kata Ali, ada yang menyeret-nyeret KPK untuk jadi alat politik menjelang Pemilu 2024.

Demikian disampaikan Ali Fikri menanggapi komentar sejumlah pihak yang mengaitkan penyelidikan dugaan korupsi pada ajang balap Formula E di Jakarta, beberapa waktu lalu, dengan unsur politis. KPK menegaskan, tidak ada unsur politis dalam seluruh penegakan hukum tindak pidana korupsi.

"Kami menyayangkan berbagai pihak membawa dan menyeret KPK secara kelembagaan ke arah politik praktis, untuk kepentingan yang bersangkutan dan pengikutnya," kata Ali saat dikonfirmasi, Jumat (3/2/2023).

"Kami harap tidak terjadi lagi, tidak ada pihak-pihak yang membawa persoalan ini seolah-olah apa yang dikerjakan KPK menjadi kepentingan politik," sambungnya.

Baca juga: Menebak Komposisi Capres 2024

Ali menekankan, KPK sebagai aparat penegak hukum berkacamata pada proses penegakan hukum. Dalam proses penegakan hukumnya, sambung dia, KPK selalu terbuka di tataran internal. Sehingga, tidak bisa seseorang atau satu kelompok mengintervensi suatu kasus.

"Tidak dilakukan satu dua orang. Tim bisa 5 sampai 10 orang. Penyidik juga demikian, penuntut juga kemudian. Struktural penindakan terbuka dilakukan diskusi, 5 orang pimpinan boleh berpendapat. Masing-masing boleh berpendapat," urainya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
Rekomendasi
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Berita Terkini
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved