Memperjelas Arah Pendidikan Hukum di Negara Hukum

Jum'at, 20 Januari 2023 - 17:06 WIB
loading...
Memperjelas Arah Pendidikan...
Ahmad Zairudin (Foto: Ist)
A A A
Ahmad Zairudin
Dosen Hukum Tata Negara Universitas Nurul Jadid, Pengurus Asosiasi Pengajar Hukum Tatanegara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Jawa Timur

MELALUI artikelnya di KORAN SINDO, Kamis 12 Januari 2023, Sudjito Atmoredjo, Guru Besar Ilmu Hukum UGM menguraikan tentang “Kebersihan Diri di Negara Hukum” dengan memperhatikan empat konsep. Pertama, kesadaran adanya pengawasan dari Tuhan.

Kedua, kebersihan diri merupakan sumber kekuatan. Ketiga, Kebersihan diri sebagai sarana menolak Bencana, dan keempat, Kebersihan diri sebagai sarana kelancancara rezeki. Jika ke empat konsep diatas diterapkan dengan baik khususnya bagi mereka pejabat negara (yang terlibat dalam desain hukum di negara ini), maka ada kemungkinan wajah dan masa depan hukum Indonesia akan lebih baik.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com

Sejalan dengan pemikiran di atas, aspek lain yang perlu juga dibenahi adalah arah pendidikan tinggi hukum. Seringkali kita bingung, apa sih orientasi pendidikan tinggi hukum ini, apakah hanya untuk mengisi ruang atau jabatan yang harus di isi oleh orang hukum semata, sehingga mengabaikan aspek lainnya, seperti penegakan moralitas, integritas, kejujuran dan skill yang mempuni.

Padahal pendidikan tinggi hukum di Indonesia telah dibentuk sejak berdirinya Rechtschool pada 1908 yang kemudian berkembang menjadi Rechtshogeschool pada 1924. Dan, 28 Oktober 1924 merupakan tanggal lahir lembaga pendidikan tinggi hukum yang pertama di Indonesia dan tahun ini sudah berumur 99 tahun.

Indonesia sebagai negara hukum tentu tidak dapat dilepaskan dari hukum, baik atau buruknya negara dan masyarakatnya acapkali dianggap sebagai cerminan dari wajah hukumnya. Salah satu unsur yang ikut bertanggungjawab dalam kondisi hukum adalah pendidikan tinggi hukum yang menghasilkan lulusan hukum.

Pada 2023 dan ke depannya tantangan pendidikan hukum akan semakin berat, seiring dengan kemajuan zaman dan masyarakat yang begitu dinamis, hukum dituntut untuk senantiasa menyelesaikan problema hukum dan menjawab kebutuhan masyarakat. Tantangan ini akan semakin nyata bersamaan dengan semakin kompleknya persoalan hukum dan menjamurnya fakultas-fakultas dan lulusan hukum.

Menurut pendapat Satjipto Rahardjo, arah pendidikan tinggi hukum ke depan harus dapat mewadahi dua kelompok yaitu, para profesional (juris) sebagai pemain (medespeler) yang menyelesaikan kasus dengan menerapkan undang-undang, dan golongan penstudi atau ilmuwan hukum (toeschouwer) di mana mereka mengambil jarak dengan hukum dan lebih menekankan pada pencarian dan pencerahan. (Satjipto Rahardjo. 2009)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program MBG Perkuat...
Program MBG Perkuat Keadilan Sosial Melalui Pemenuhan Gizi
Praktisi: Pengabaian...
Praktisi: Pengabaian Ganti Rugi Immaterial Perkara Perdata Rugikan Pencari Keadilan
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
Peluang Nikita Mirzani...
Peluang Nikita Mirzani Bebas Menguat, Ahli UU ITE Nilai Ada Salah Penerapan Hukum
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Didukung Rieke Diah...
Didukung Rieke Diah Pitaloka, Nikita Mirzani Makin Optimistis Menang di Sidang PK
Rekomendasi
Liburan ke Jepang Jelajah...
Liburan ke Jepang Jelajah Fukuoka Tanpa Pusing Urus Itinerary
Kemnaker Wajibkan Perusahaan...
Kemnaker Wajibkan Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di WLKP
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
Berita Terkini
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Prabowo Minta Aparat...
Prabowo Minta Aparat Introspeksi Diri: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved