Arief Poyuono Minta BIN Screening Semua Direksi BUMN
Senin, 13 Juli 2020 - 14:22 WIB
Kebocoran data pribadi, menunjukkan bahwa anggapan publik selama ini security sistem informasi dan data telekomunikasi akan sulit dibobol ternyata salah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Kebocoran data pribadi milik salah satu pegiat medsos yang mencuat ke publik beberapa hari lalu, menunjukkan bahwa anggapan publik selama ini security sistem informasi dan data telekomunikasi akan sulit dibobol ternyata salah. Bahkan, ini jauh dari ekspektasi publik.
(Baca juga: Mendagri Minta Petahana Tak Politisasi Bansos untuk Pilkada)
Arief Poyuono, selaku Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN ikut mengomentari kasus tersebut. Ia menilai, dalam hal ini sangat terbuka kemungkinan data yang dibobol tak hanya milik Denny Siregar. "Bisa jadi, percakapan menteri sampai presiden juga disadap," ujarnya, Senin (13/7/2020).
Karena itu, Arief menduga dalam kasus Denny Siregar tak hanya FPH yang akan diproses hukum. Kemungkinan akan muncul tersangka lain. (Baca juga: Kemlu: 1.175 WNI di Luar Negeri Positif Corona, 772 Sembuh, 90 Meninggal)
(Baca juga: Mendagri Minta Petahana Tak Politisasi Bansos untuk Pilkada)
Arief Poyuono, selaku Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN ikut mengomentari kasus tersebut. Ia menilai, dalam hal ini sangat terbuka kemungkinan data yang dibobol tak hanya milik Denny Siregar. "Bisa jadi, percakapan menteri sampai presiden juga disadap," ujarnya, Senin (13/7/2020).
Karena itu, Arief menduga dalam kasus Denny Siregar tak hanya FPH yang akan diproses hukum. Kemungkinan akan muncul tersangka lain. (Baca juga: Kemlu: 1.175 WNI di Luar Negeri Positif Corona, 772 Sembuh, 90 Meninggal)
Lihat Juga :