Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Kamis, 02 Juli 2026 - 19:04 WIB
loading...
Guru Besar Ilmu Pekerjaan Sosial, Fakultas Psikologi, Universitas Esa Unggul, Jakarta Prof. Dr. Adi Fahrudin salah seorang penulis buku Digital Social Work Across Africa and Asia: A Decolonial Framework for the Future of the Global South. . Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perkembangan kecerdasan buatan, identitas digital, biometrik, serta sistem pelayanan publik berbasis algoritma membawa peluang sekaligus tantangan bagi penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Hal ini tentu memengaruhi pengembangan kompetensi pekerja sosial di Indonesia.
Atas dasar itu, UI Publishing atau Penerbit Universitas Indonesia menerbitkan buku Digital Social Work Across Africa and Asia: A Decolonial Framework for the Future of the Global South. Buku karya Siddhartha Paul Tiwari, Prof. Dr. Adi Fahrudin, dan Dr. Fentiny Nugroho ini menawarkan perspektif baru mengenai transformasi digital dalam pelayanan sosial di negara-negara berkembang.
Tidak hanya itu, buku ini juga menjadi salah satu publikasi pertama yang membahas digital social work dengan pendekatan dekolonial yang mengintegrasikan pengalaman Afrika dan Asia dalam satu kerangka konseptual.
Baca juga: Menkomdigi: Platform Digital Wajib Patuh Hukum Indonesia dan Lindungi Pengguna
Buku ini juga memperkenalkan sejumlah konsep baru, antara lain Communal Digital Safeguarding, Shared Screen Dilemma, dan Asia-African Digital Justice Framework, yang dikembangkan berdasarkan dinamika sosial di negara-negara Global South.
Menurut penulis, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan efisiensi pelayanan, tetapi juga menyangkut perlindungan data pribadi, kesenjangan akses digital, transparansi algoritma, serta hak masyarakat terhadap layanan publik yang adil.
Melalui konsep tersebut, para penulis menekankan bahwa kebijakan digital tidak dapat sepenuhnya mengadopsi model negara-negara maju tanpa mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan infrastruktur lokal.
Atas dasar itu, UI Publishing atau Penerbit Universitas Indonesia menerbitkan buku Digital Social Work Across Africa and Asia: A Decolonial Framework for the Future of the Global South. Buku karya Siddhartha Paul Tiwari, Prof. Dr. Adi Fahrudin, dan Dr. Fentiny Nugroho ini menawarkan perspektif baru mengenai transformasi digital dalam pelayanan sosial di negara-negara berkembang.
Tidak hanya itu, buku ini juga menjadi salah satu publikasi pertama yang membahas digital social work dengan pendekatan dekolonial yang mengintegrasikan pengalaman Afrika dan Asia dalam satu kerangka konseptual.
Baca juga: Menkomdigi: Platform Digital Wajib Patuh Hukum Indonesia dan Lindungi Pengguna
Buku ini juga memperkenalkan sejumlah konsep baru, antara lain Communal Digital Safeguarding, Shared Screen Dilemma, dan Asia-African Digital Justice Framework, yang dikembangkan berdasarkan dinamika sosial di negara-negara Global South.
Menurut penulis, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan efisiensi pelayanan, tetapi juga menyangkut perlindungan data pribadi, kesenjangan akses digital, transparansi algoritma, serta hak masyarakat terhadap layanan publik yang adil.
Melalui konsep tersebut, para penulis menekankan bahwa kebijakan digital tidak dapat sepenuhnya mengadopsi model negara-negara maju tanpa mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan infrastruktur lokal.
Lihat Juga :