Telenursing Jadi Tren Pelayanan Keperawatan 2023?
Rabu, 14 Desember 2022 - 06:51 WIB
Rr.Tutik Sri Hariyati (Foto: Ist)
Rr.Tutik Sri Hariyati
Profesor Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Ketua Peneliti Kluster Nursing Informatics, Bidang Penelitian DPP PPNI, Ketua Forum Perawat Informatika Indonesia, Chair of Technical Working Group- DTO Kemenkes
“JIKA sakit maka pergilah ke dokter perawat, klinik, atau rumah sakit;--tapi sekarang tidak itu saja, dengan hitungan detik, jari kita bisa memesan hallo..doc, dan tele….. yang dengan mudah kita cari melalui internet, dan kita akan dapat advice atau obat.”
Perkembanganteknologi sangatlah pesat, termasuk pada bidang kesehatan. Refleksi akhir tahun 2022 ini saya fokuskan pada perkembangan telemedicine dan telenursing seperti yang dilustrasikan di paragraf pertama tulisan ini. Pada dekade masa kini telah terjadi perubahan, dan budaya konsumen dalam mencari bantuan atas kesehatannya, tidak hanya secara konvensional pergi ke fasilitas kesehatan, tetapi juga menggunakan fasilitas telemedicine.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Mengutip hasil survey Asia-Pacific Front Line of Healthcare Report, pada 2022 terjadi kenaikan penggunaan telehealth dan akan meningkat sampai 2025. Menurut Permenkes Nomor 20 Tahun 2019, telemedicine merupakan pemberian pelayanan kesehatan jarak jauh oleh profesional kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, meliputi pertukaran informasi diagnosis, pengobatan, pencegahan penyakit dan cedera, penelitian dan evaluasi, dan pendidikan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan untuk kepentingan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat.
Merujuk dari definisi ini maka telemedicine tidak hanya untuk dokter tetapi untuk profesional kesehatan termasuk perawat.
Profesor Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Ketua Peneliti Kluster Nursing Informatics, Bidang Penelitian DPP PPNI, Ketua Forum Perawat Informatika Indonesia, Chair of Technical Working Group- DTO Kemenkes
“JIKA sakit maka pergilah ke dokter perawat, klinik, atau rumah sakit;--tapi sekarang tidak itu saja, dengan hitungan detik, jari kita bisa memesan hallo..doc, dan tele….. yang dengan mudah kita cari melalui internet, dan kita akan dapat advice atau obat.”
Perkembanganteknologi sangatlah pesat, termasuk pada bidang kesehatan. Refleksi akhir tahun 2022 ini saya fokuskan pada perkembangan telemedicine dan telenursing seperti yang dilustrasikan di paragraf pertama tulisan ini. Pada dekade masa kini telah terjadi perubahan, dan budaya konsumen dalam mencari bantuan atas kesehatannya, tidak hanya secara konvensional pergi ke fasilitas kesehatan, tetapi juga menggunakan fasilitas telemedicine.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Mengutip hasil survey Asia-Pacific Front Line of Healthcare Report, pada 2022 terjadi kenaikan penggunaan telehealth dan akan meningkat sampai 2025. Menurut Permenkes Nomor 20 Tahun 2019, telemedicine merupakan pemberian pelayanan kesehatan jarak jauh oleh profesional kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, meliputi pertukaran informasi diagnosis, pengobatan, pencegahan penyakit dan cedera, penelitian dan evaluasi, dan pendidikan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan untuk kepentingan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat.
Merujuk dari definisi ini maka telemedicine tidak hanya untuk dokter tetapi untuk profesional kesehatan termasuk perawat.
Lihat Juga :