PVMBG Catat Gunung Semeru Alami 56 Kali Erupsi Eksplosif Sejak 1818
Rabu, 07 Desember 2022 - 13:23 WIB
Oktory mengungkapkan potensi awan panas guguran yang harus diwaspadai karena mengancam keselamatan masyarakat sekitar. “Kemudian, potensi yang mengancam di sini juga adalah kolom abu kemudian awan panas guguran,” katanya.
Baca juga: Viral! Masjid di Lumajang Tetap Berdiri Kokoh usai Diterjang Erupsi Gunung Semeru
Oktory menyebut erupsi dengan awan panas guguran Gunung Semeru berbeda. “Erupsi adalah naiknya dinamika magma ke permukaan sehingga mengakibatkan letusan. Sedangkan awan panas guguran di sini adalah longsornya magma abu vulkanik yang terakumulasi karena letusan-letusan yang terjadi setiap hari tersebut. Jadi erupsi dan awan panas guguran itu merupakan proses mekanisme yang berbeda,” paparnya.
Baca juga: Viral! Masjid di Lumajang Tetap Berdiri Kokoh usai Diterjang Erupsi Gunung Semeru
Oktory menyebut erupsi dengan awan panas guguran Gunung Semeru berbeda. “Erupsi adalah naiknya dinamika magma ke permukaan sehingga mengakibatkan letusan. Sedangkan awan panas guguran di sini adalah longsornya magma abu vulkanik yang terakumulasi karena letusan-letusan yang terjadi setiap hari tersebut. Jadi erupsi dan awan panas guguran itu merupakan proses mekanisme yang berbeda,” paparnya.
(cip)
Lihat Juga :