7 Isu Keumatan Fokus Muhammadyah, Standarisasi Agama sampai Spiritualitas Milenial

Jum'at, 25 November 2022 - 18:36 WIB
Ketiga, memperkuat persatuan umat. Mu'ti menilai umat Islam belum mampu bekerja sama dengan baik. "Muhammadiyah ingin agar persatuan umum lebih mengakar pada sesuatu yang menajdi bagian dari umat Islam yang berbeda itu menjadi bagian dari kekuatan di tengah-tengah perbedaan yang ada," jelasnya.

Keempat, reformasi tata kelola filantropi Islam. Hal ini berkaca pada beberapa kasus lembaga filantropis yang tata kelolanya menyimpang.

"Malah jadi lembaga kapitalis yang mereka cari keuntungan dana ummat untuk kepentingan pribadi pengelola nya. Ada faktor di mana manajemen harus kita perbaiki," tuturnya.

Padahal, kata Abdul Mu'ti berdasarkan sejumlah survei lembaga di Inggris, Indonesia merupakan negara yang paling dermawan di dunia. Dimana, masyarakatnya memiliki tingkat kedemawanan tinggi. Namun, pada kenyataannya tata kelolanya bermasalah.

Kelima, isu beragama yang mencerahkan. Mu'ti menjelaskan gejala spiritualisasi agama saat meningkat, orang begitu bersemangat beragama dan semangat spiritualitas yang tinggi.

"Seperti jamur di musim hujan. Pesantren atau sekolah yang membuka tahfiz Qur'an. Tapi kalau hanya hafal tanpa memahami dan menjadikan Al-Qur'an sebagai etos untuk kemajuan? Orang beragama tidak dengan pengetahuan yang mendalam itu bisa jadi masalah sendiri dalam pandangan Muhammadiyah," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!