Nabil Haroen: Jangan Impor Konflik Timur Tengah ke Indonesia

Senin, 29 Juni 2020 - 23:45 WIB
Bung Karno banyak membantu kemerdekaan bangsa Islam seperti Aljazair, Palestina, dan kemudian juga pembela kemerdekaan Pakistan. "Jadi jangan sampai ada yang memutar balikkan sejarah. Kalau mereka terus memecah belah bangsa, mereka melawan demokrasi dan konsesus kebangsaan, harus ada tindakan tegas melawan itu," tuturnya.

Nabil Haroen berpesan agar tidak ada upaya mengimpor konflik Timur Tengah ke Indonesia. Sebab, menurutnya, ada sekelompok orang yang meniru cara-cara devide at impera. "Kita tahu, HTI telah dibubarkan di banyak negara, termasuk mayoritas negara Islam. Di belakang HTI ada kepentingan asing yang menyamar gunakan agama. Jadi yang harus kita lawan intrik politik dari HTI. Waspadai partai dan kelompok tertentu yang menggunakan narasi, simbol dan manuver intrik politik dari HTI," katanya.(Baca juga: Polemik RUU HIP dan Pembakaran Bendera Partai, Waspadai Potensi Turbulensi Politik )

Dikatakan Nabil Haroen, kelompok Soekarnois dan PDI Perjuangan telah menunjukkan komitmennya bersama Nahdlatul Ulama, terbukti dengan gerakan bersama wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang berasal dari NU. "Ibu Megawati juga sangat membela Palestina dan menolak keras aksi unilateral Amerika Serikat terhadap Irak. Kita harus melihat catatan sejarah bangsa ini secara komprehensif," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!