TKA dari China Terus Berdatangan, KSPI Tuntut Pemulangan
Minggu, 28 Juni 2020 - 11:00 WIB
Rencananya, ada sekitar 500 TKA Tiongkok yang akan bekerja di PT Virrtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Sejak awal rencana itu mendapatkan penolakan luas dari masyarakat setempat hingga tokoh-tokoh di Jakarta.
Said Iqbal mendesak pemerintah untuk membataslkan masuknya TKA Tiongkok secara keseluruhan. Kedatangan TKA pada gelombang pertama itu dianggap telah mencederaia rasa keadilan pekerja lokal dan rakyat Indonesia.
KSPI menginginkan lapangan pekerjaan yang ada diberikan sepenuhnya kepada masyarakat Indonesia. Said Iqbal tidak sependapat dengan alasannya TKA Tiongkok diperlukan karena keahlian mereka belum dimilik masyarakat Indonesia.
Itu tidak masuk akal karena PT VDGI sudah cukup lama beroperasi di Konawe, Sultra. “Itu artinya selama ini perusahaan dan pemerintah gagal memenuhi persyaratan bahwa tKA yang bekerja di Indonesia harus tenaga ahli. Selain itu, harus melakukan transfer of knowledge dan transfer of job,” terangnya.
(Baca: KSPI Nilai PHK Karyawan Gojek Langgar Undang-Undang)
Said Iqbal mendesak pemerintah untuk membataslkan masuknya TKA Tiongkok secara keseluruhan. Kedatangan TKA pada gelombang pertama itu dianggap telah mencederaia rasa keadilan pekerja lokal dan rakyat Indonesia.
KSPI menginginkan lapangan pekerjaan yang ada diberikan sepenuhnya kepada masyarakat Indonesia. Said Iqbal tidak sependapat dengan alasannya TKA Tiongkok diperlukan karena keahlian mereka belum dimilik masyarakat Indonesia.
Itu tidak masuk akal karena PT VDGI sudah cukup lama beroperasi di Konawe, Sultra. “Itu artinya selama ini perusahaan dan pemerintah gagal memenuhi persyaratan bahwa tKA yang bekerja di Indonesia harus tenaga ahli. Selain itu, harus melakukan transfer of knowledge dan transfer of job,” terangnya.
(Baca: KSPI Nilai PHK Karyawan Gojek Langgar Undang-Undang)
Lihat Juga :