Pengacara Korban DNA Pro Tanggapi Soal Pernyataan Direktur PT MAS
Jum'at, 24 Juni 2022 - 23:24 WIB
Bayu mengungkapkan dirinya melihat langsung Encep Rudi nongkrong di pangkalan ojek dan kemudian mengojek ketika ada penumpang. Dia juga mendapati fakta dalam investigasi itu bahwa Encep Rudi tidak berprofesi sebagai guru.
Dia juga menemukan kejanggalan bahwa PT MAS yang dipimpin Encep Rudi, perusahaan yang mengelola robot trading DNA Pro dan menerima dana investasi para anggota (member) senilai Rp1 miliar per hari tidak memiliki kompetensi di bidang itu.
Bayu malah mencurigai Encep Rudi mencoba berkelit sekalian mencari empati dari para pengemudi ojek dengan seolah-olah merasa direndahkan. Padahal bukan itu inti masalahnya.
"Dia ingin mengaburkan pesoalan bahwa dana member yang harusnya dikembalikan dengan mengalihkan isu dengan saya menjelekkan profesi tukang ojek. Pada intinya, MAS sebagai broker, masih memegang dana member, 80 orang klien saya dengan total kerugian sekitar Rp45 miliar," katanya.
Bayu menengarai Encep Rudi hanya dimanfaatkan oleh orang atau kelompok tertentu dalam investasi bodong DNA Pro. "Mungkin dia dipakai saja namanya. Yang pasti ada pengendali transaksi. Harus diungkap siapa pengendali transaksi finasial," tandas Bayu.
Dia juga menemukan kejanggalan bahwa PT MAS yang dipimpin Encep Rudi, perusahaan yang mengelola robot trading DNA Pro dan menerima dana investasi para anggota (member) senilai Rp1 miliar per hari tidak memiliki kompetensi di bidang itu.
Bayu malah mencurigai Encep Rudi mencoba berkelit sekalian mencari empati dari para pengemudi ojek dengan seolah-olah merasa direndahkan. Padahal bukan itu inti masalahnya.
"Dia ingin mengaburkan pesoalan bahwa dana member yang harusnya dikembalikan dengan mengalihkan isu dengan saya menjelekkan profesi tukang ojek. Pada intinya, MAS sebagai broker, masih memegang dana member, 80 orang klien saya dengan total kerugian sekitar Rp45 miliar," katanya.
Bayu menengarai Encep Rudi hanya dimanfaatkan oleh orang atau kelompok tertentu dalam investasi bodong DNA Pro. "Mungkin dia dipakai saja namanya. Yang pasti ada pengendali transaksi. Harus diungkap siapa pengendali transaksi finasial," tandas Bayu.
Lihat Juga :