Pilihan Penyelamatan Ekonomi atau Nyawa Ibarat Buah Simalakama

Selasa, 23 Juni 2020 - 20:36 WIB
“Dan kami dapat bantuan dari pakar IT untuk menyusun dashboard sehingga data-data daerah mulai dari banyak tempat tidur, APD, mesin PCR dan semua dokter terdata dashboard bersatu dalam COVID-19,” papar Doni.

Selain itu, Doni menuturkan meskipun hari ini pemerintah memberikan pelonggaran pada sejumlah bidang, tetapi Presiden Jokowi selalu mengingatkan bahwa pelonggaran ini dilakukan dengan kehati-hatian, semua diawali dengan prakondisi, edukasi, sosialisasi dan simulasi. Jadi, tidak boleh ada daerah yang langsung melakukan aktivitasnya tanpa melalui prakondisi, termasuk bagaimana pimpinan daerah harus berkoordinasi dengan komponen-komponen yang ada agar setiap kebijakan didukung oleh masyarakat.

“Dan yang paling mendasar adalah bagiamana saat ini kita menghadapi suasa COVID-19 dengan merubah perilaku secara konsisten dan berlanjut untuk tetap menggunakan masker, untuk tetap cuci tangan dan jaga jarak,” tuturnya.

Doni mengaku bahwa jaga jarak sangat mudah diucapkan tetapi sulit dilakukan. Dan hal ini terjadi bukan hanya di kota besar tetapi sampai semua daerah. Karena itu, kampanye dan sosialisasi yang masif perlu dilakukan. Bahkan, Gugus Tugas juga telah bekerja sama dengan beberapa lembaga kemasyarakatan, termasuk lembaga keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Baca juga: Ketua Gugus Tugas: Karhutla Bisa Perparah Gejala COVID-19)

“Dan juga kedepan akan melakukan kerja sama dgn organisasi keagamaan, kami harapkan keterlibatan tokoh agama dan tokoh budaya bisa menjadikan masyarakat menjadi patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!