Kenapa Formula E Perlu Didukung
Sabtu, 04 Juni 2022 - 05:45 WIB
Shamsi Ali, Diaspora Indonesia di Amerika Serikat menilai ada perbedaan treatment kepada perhelatan MotoGP Mandalika dan Formula E di DKI Jakarta. Foto: SINDOnews/Dok
Shamsi Ali
Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
DALAM sebuah postingan saya di media sosial dan sempat viral, bahkan dikutip oleh sebagian media mainstream, saya menyampaikan kekecewaan atas “treatment” (perlakuan) yang berbeda dari pihak-pihak berwewenang terhadap dua perhelatan akbar negeri. Terhadap MotoGP Mandalika di NTB, dan Formula E di DKI Jakarta.
Pernyataan saya tidak sama sekali ada relasi dengan teman, Anies Baswedan, karena Gubernur NTB juga saya anggap teman dekat. Bukan juga karena urusan politik dan dukung mendukung. Sejujurnya, “I am not interested” dan “least interests” dalam dukung mendukung ini.
Saya di Amerika Serikat, dan cukup kenyang dengan tantangan tugas pada bidang saya saat ini. Hanya saja walau saya sudah hampir 1/4 abad hidup di negeri Paman Sam, bahkan telah meninggalkan Indonesia sejak tamat pesantren (SMU) hingga detik ini, masih punya ghirah dan cinta negeri Indonesia.
Oleh karenanya, selalu ingin melihat yang terbaik untuk Indonesia dan ingin melihat Indonesia menjadi maju, sejajar dengan negara-negara besar lainnya.
Itulah sebabnya segala hal yang menurut saya menjadi jalan kebangkitan dan kemajuan negeri saya berikan dukungan. Tentu dengan cara dan kapasitas yang ada pada saya.
Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
DALAM sebuah postingan saya di media sosial dan sempat viral, bahkan dikutip oleh sebagian media mainstream, saya menyampaikan kekecewaan atas “treatment” (perlakuan) yang berbeda dari pihak-pihak berwewenang terhadap dua perhelatan akbar negeri. Terhadap MotoGP Mandalika di NTB, dan Formula E di DKI Jakarta.
Pernyataan saya tidak sama sekali ada relasi dengan teman, Anies Baswedan, karena Gubernur NTB juga saya anggap teman dekat. Bukan juga karena urusan politik dan dukung mendukung. Sejujurnya, “I am not interested” dan “least interests” dalam dukung mendukung ini.
Saya di Amerika Serikat, dan cukup kenyang dengan tantangan tugas pada bidang saya saat ini. Hanya saja walau saya sudah hampir 1/4 abad hidup di negeri Paman Sam, bahkan telah meninggalkan Indonesia sejak tamat pesantren (SMU) hingga detik ini, masih punya ghirah dan cinta negeri Indonesia.
Oleh karenanya, selalu ingin melihat yang terbaik untuk Indonesia dan ingin melihat Indonesia menjadi maju, sejajar dengan negara-negara besar lainnya.
Itulah sebabnya segala hal yang menurut saya menjadi jalan kebangkitan dan kemajuan negeri saya berikan dukungan. Tentu dengan cara dan kapasitas yang ada pada saya.