Kampanye Tatap Muka Dikurangi, Slot Medsos dan Iklan Diperbanyak
Minggu, 21 Juni 2020 - 20:08 WIB
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, berbagai tahapan pilkada pun memperhatikan social distancing dan mengurangi pertemuan langsung dengan banyak orang, termasuk di tahapan kampanye .
Karena itu, kampanye pada Pilkada Serentak 2020 nanti akan lebih banyak menggunakan media sosial (medsos) dan juga iklan ketimbang tatap muka. (Baca juga: Doli Kurnia Sebut Pilkada Langsung Medan Seleksi Kepemimpinan Nasional)
Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa mengatakan bahwa pertemuan akbar di tengah pandemi ini sudah tidak memungkinkan, sehingga kampanye yang diperbolehkan adalah kampanye dialogis di ruang tertutup. Dalam PKPU memang sudah diusulkan maksimal 20 orang dan sisanya bisa disambungkan secara virtual ke posko-posko pemenangan.
“Tapi 20 orang terlalu sedikit, bisa juga 50-100 selama ada protokol kesehatan, rapat di DPR saja bisa 60%,” kata Saan kepada saat dihubungi, Minggu (22/6/2020).
Karena itu, kampanye pada Pilkada Serentak 2020 nanti akan lebih banyak menggunakan media sosial (medsos) dan juga iklan ketimbang tatap muka. (Baca juga: Doli Kurnia Sebut Pilkada Langsung Medan Seleksi Kepemimpinan Nasional)
Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa mengatakan bahwa pertemuan akbar di tengah pandemi ini sudah tidak memungkinkan, sehingga kampanye yang diperbolehkan adalah kampanye dialogis di ruang tertutup. Dalam PKPU memang sudah diusulkan maksimal 20 orang dan sisanya bisa disambungkan secara virtual ke posko-posko pemenangan.
“Tapi 20 orang terlalu sedikit, bisa juga 50-100 selama ada protokol kesehatan, rapat di DPR saja bisa 60%,” kata Saan kepada saat dihubungi, Minggu (22/6/2020).
Lihat Juga :