IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas

Minggu, 21 Juni 2020 - 17:07 WIB
Dengan keterbukaan tata kelola tersebut, mustahil bagi kelompok kepentingan menjadikan Pertamina sebagai sapi perahan. Tidak akan ada lagi dana CSR yang dapat digunakan oleh anggota DPR untuk mempertahankan konstituennya.

IPO juga akan mempersempit dan memagari ruang gerak mafia migas dalam berburu rente di subholding Pertamina. Mafia migas masih bisa bergentayangan di Pertamina dengan memanfaatkan kelemahan tata kelola dan pengambil keputusan. Tata kelola yang lebih transparan dan pengambil kepurtusan yang lebih kredible pasca IPO berpotensi mencegah mafia migas berburu rente, sehingga dapat lebih efisien dengan meminimkan biaya operasional rente.

Untuk mencapai berbagai benefit IPO subholding Pertamina itu, Menteri BUMN harus memastikan dan mencegah praktik goreng-menggoreng harga saham perdana agar sesuai dengan harga pasar. Indikasi praktik goreng-menggoreng dengan menetapkan nilai saham yang over value pernah terjadi pada IPO beberapa BUMN sebelumnya.

Kalau terjadi over value harga saham perdana akan menimbulkan sentimen negatif bagi harga saham, yang dapat memperpuruk harga saham subholding Pertamina di waktu mendatang. Jangan sampai nilai saham perdana subholding Pertamina over value, yang justru akan dicurigai oleh publik sebagai upaya pengumpulan dana melalui IPO untuk membiayai pemilihan Presiden mendatang.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!