Kasus Bertambah 1.106 Orang, Pelacakan Agresif Picu Lonjakan Pasien Positif

Rabu, 17 Juni 2020 - 09:04 WIB
“Apabila menunjukkan gejala yang membutuhkan layanan perawatan, sudah tentu kita bawa ke rumah sakit untuk kita rawat. Namun pada kasus dengan gejala yang ringan kita minta untuk isolasi mandiri,” katanya.

Isolasi mandiri secara ketat sesuai dengan protokol menurut dia menjadi kunci dalam memutus rantai penularan Covid-19. (Baca: Bukan Keran Eskpor APD, Mendag: Ini Peluang Ekonomi)

Penambahan kasus positif kemarin masih didominasi beberapa provinsi, di antaranya Jawa Timur yang melaporkan 245 kasus baru dan 71 sembuh. Provinsi lain yang tambahan positifnya tinggi adalah Sulawesi Selatan yakni 175 kasus baru dan 44 sembuh. Disusul Kalimantan Selatan 169 orang dan 6 sembuh, DKI Jakarta 101 kasus baru dan 134 sembuh, Jawa Tengah 56 kasus baru dan 30 sembuh.

Sementara itu, rencana pemerintah untuk menerapkan new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19 terus menuai perdebatan. Pasalnya, sebelum new normal itu diterapkan, masyarakat yang terjangkit maupun yang meninggal akibat Covid-19 terus meningkat tajam. Bahkan, pada Senin (15/6) sebanyak 64 pasien meninggal dunia akibat pandemi ini. (Lihat foto: Hampir Tiga Bulan Tutup, Pasar Tanah Abang Kembali Beroperasi)

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay berpandangan new normal belum tepat untuk diberlakukan di waktu sekarang ini. Pasalnya, kurva penyebaran virus Covid-19 masih terus merangkak naik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!