50 Pondok Pesantren Jadi Posko Pencegahan Covid-19
Jum'at, 24 April 2020 - 12:19 WIB
Imam yang juga menjabat Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini menjelaskan saat ini terdapat 28.961 ponpes di Indonesia. Sebanyak 9.167 di antaranya di Jawa Barat. Di Ibu kota DKI Jakarta terdapat 106 pesantren.
"Saat ini kita baru menjangkau Jabodetabek karena daerah ini menjadi pusat sebaran Corona terbesar. Bila ini selesai, ke depan akan diteruskan ke daerah-daerah," kata Imam.
Dia menjelaskan, pemberdayaan pesantren penting untuk mencegah virus Corona berkembang di pesantren dengan penerapan kewaspadaan dalam bentuk yang tepat.
Imam menuturkan sejauh ini pesantren masih tergolong steril. Untuk itu, pertahanan diri diperlukan dengan cara menguasai prosedur pencegahan dan penangahannya.
"Ini penting dilakukan karena pandemi Corona terus meluas di Jabodetabek. Pesantren penting memiliki gugus tugas yang terkoordinasi dengan pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Sholla Taufiq mengungkapkan, sebagai lembaga pendidikan berasrama, pesantren merupakan salah satu titik rawan penularan Covid-19. Hal ini menjadi perhatian Kementerian Agama.
"Saat ini kita baru menjangkau Jabodetabek karena daerah ini menjadi pusat sebaran Corona terbesar. Bila ini selesai, ke depan akan diteruskan ke daerah-daerah," kata Imam.
Dia menjelaskan, pemberdayaan pesantren penting untuk mencegah virus Corona berkembang di pesantren dengan penerapan kewaspadaan dalam bentuk yang tepat.
Imam menuturkan sejauh ini pesantren masih tergolong steril. Untuk itu, pertahanan diri diperlukan dengan cara menguasai prosedur pencegahan dan penangahannya.
"Ini penting dilakukan karena pandemi Corona terus meluas di Jabodetabek. Pesantren penting memiliki gugus tugas yang terkoordinasi dengan pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Sholla Taufiq mengungkapkan, sebagai lembaga pendidikan berasrama, pesantren merupakan salah satu titik rawan penularan Covid-19. Hal ini menjadi perhatian Kementerian Agama.
Lihat Juga :