Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Jum'at, 26 Juni 2026 - 13:23 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Amran Andi Sulaiman saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia semakin dekat menuju status sebagai lumbung pangan dunia setelah menyaksikan langsung inovasi teknologi budidaya padi Pertanian Modern Model – Advanced Agriculture System (PM-AAS) pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Teknologi tersebut dinilai mampu melipatgandakan produktivitas padi hingga mencapai 12,4 ton per hektare, lebih dari dua kali lipat rata-rata produksi nasional yang saat ini berada di kisaran 5,5 ton per hektare.
Usai meninjau area Gelar Teknologi PENAS XVII, Presiden Prabowo mengaku terkesan dengan berbagai inovasi pertanian yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, lompatan produktivitas yang dicapai menjadi bukti bahwa transformasi sektor pertanian Indonesia sedang berlangsung secara nyata.
"Banyak sekali inovasi, teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian dipimpin Menteri Pertanian. Hasilnya menurut saya sangat revolusioner. Yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah per hektare sekarang bisa 10 ton lebih, bahkan 12 ton. Kalau begitu kan naik 100 persen produktivitas kita," kata Prabowo.
Presiden meyakini peningkatan produktivitas tersebut akan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan pangan dunia dalam waktu yang tidak lama.
"Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia. Kita bisa bantu banyak negara," ujarnya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus dijaga agar tidak menjadi capaian sesaat. Ia menegaskan pentingnya membangun sistem pertanian yang berkelanjutan dengan menempatkan kesejahteraan petani dan penguasaan teknologi sebagai prioritas utama.
Usai meninjau area Gelar Teknologi PENAS XVII, Presiden Prabowo mengaku terkesan dengan berbagai inovasi pertanian yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, lompatan produktivitas yang dicapai menjadi bukti bahwa transformasi sektor pertanian Indonesia sedang berlangsung secara nyata.
"Banyak sekali inovasi, teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian dipimpin Menteri Pertanian. Hasilnya menurut saya sangat revolusioner. Yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah per hektare sekarang bisa 10 ton lebih, bahkan 12 ton. Kalau begitu kan naik 100 persen produktivitas kita," kata Prabowo.
Presiden meyakini peningkatan produktivitas tersebut akan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan pangan dunia dalam waktu yang tidak lama.
"Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia. Kita bisa bantu banyak negara," ujarnya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus dijaga agar tidak menjadi capaian sesaat. Ia menegaskan pentingnya membangun sistem pertanian yang berkelanjutan dengan menempatkan kesejahteraan petani dan penguasaan teknologi sebagai prioritas utama.
Lihat Juga :