Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Jum'at, 26 Juni 2026 - 13:09 WIB
loading...
Duta Besar Republik Islam Iran, HE Mohammad Boroujerdi menyatakan negaranya tak ingin ada gencatan senjata di Gaza, lantaran tak menguntungkan rakyat Palestina. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, HE Mohammad Boroujerdi menyatakan, negaranya menginginginkan gencatan senjata terjadi di Lebanon. Namun, pihaknya tak ingin ada gencatan senjata di Gaza, lantaran tak menguntungkan rakyat Palestina.
Menurutnya, situasi di Lebanon dan di Palestina berbeda. Ia berkata, Lebanon belum diduduki oleh tentara Israel, sementara kondisi di tanah Gaza telah dikuasai oleh zionis.
Baca juga: Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
"Ketika suatu wilayah diduduki, Anda tidak menginginkan gencatan senjata. Anda ingin pendudukan itu berakhir. Anda ingin tanah tersebut kembali ke masyarakat yang sebenarnya. Rakyat tidak menginginkan gencatan senjata," ujar Boroujerdi dalam diskusi Serikat Jurnalis Islam Indonesia (Sajid) bertajuk di AQL Islamic Center, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Boroujerdi pun mencontohkan jika Jakarta dikuasai selama berminggu-minggu dan ada yang menyerukan gencatan senjata. Ia meyakini, mayoritas rakyat tak akan setuju sebelum dibebaskan lebih dulu Jakarta.
"Jadi, Palestina telah diduduki. Tetapi Lebanon, tidak. Lebanon sedang dibombardir di mana-mana. Jadi, kita menginginkan gencatan senjata di Lebanon, tetapi tidak di Gaza karena gencatan senjata di Gaza, itu tidak menguntungkan rakyat Palestina. Mereka ingin tanah mereka bebas," ujar Boroujerdi.
Menurutnya, situasi di Lebanon dan di Palestina berbeda. Ia berkata, Lebanon belum diduduki oleh tentara Israel, sementara kondisi di tanah Gaza telah dikuasai oleh zionis.
Baca juga: Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
"Ketika suatu wilayah diduduki, Anda tidak menginginkan gencatan senjata. Anda ingin pendudukan itu berakhir. Anda ingin tanah tersebut kembali ke masyarakat yang sebenarnya. Rakyat tidak menginginkan gencatan senjata," ujar Boroujerdi dalam diskusi Serikat Jurnalis Islam Indonesia (Sajid) bertajuk di AQL Islamic Center, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Boroujerdi pun mencontohkan jika Jakarta dikuasai selama berminggu-minggu dan ada yang menyerukan gencatan senjata. Ia meyakini, mayoritas rakyat tak akan setuju sebelum dibebaskan lebih dulu Jakarta.
"Jadi, Palestina telah diduduki. Tetapi Lebanon, tidak. Lebanon sedang dibombardir di mana-mana. Jadi, kita menginginkan gencatan senjata di Lebanon, tetapi tidak di Gaza karena gencatan senjata di Gaza, itu tidak menguntungkan rakyat Palestina. Mereka ingin tanah mereka bebas," ujar Boroujerdi.
Lihat Juga :