Menuju Luar Negeri Tanpa Paspor

Rabu, 16 Februari 2022 - 12:03 WIB
Pilar-pilar batas yang telah dipetakan dan dibangun, merupakan dukungan BIG terhadap Kementerian Luar Negeri khususnya KBRI, dalam menjaga perbatasan negara. Pilar batas yang terdapat di Oepoli, berhadapan langsung dengan pilar batas di Citrana, Timor Leste. Ini ada di sisi seberang Sungai Noel Besi. Tim survei BIG yang didampingi oleh pasukan TNI maupun KBRI, harus menerjang arus Sungai Noel Besi untuk menginjakkan kaki di Timor Leste. Dan uniknya, inilah kali pertama saya menginjakkan kaki di negara lain, tanpa harus menggunakan paspor. Tak jarang timbul rasa waswas yang terlintas. Namun melihat banyaknya pasukan TNI yang mendampingi, perjalanan ini akan baik-baik saja.

Menurut dasar teorinya, manakala batas daerah atau negara berupa sungai, maka titik batasnya tidak dapat tepat di sungai tersebut. Batasnya ada di sisi kiri dan kanan sungai. Ini biasa disebut sebagai : Auxilliary Border Marker. Auxilliary Border Marker dapat diterjemahkan sebagai pilar batas yang kondisi titik koordinatnya tidak memungkinkan dibangun, seperti kasus yang terjadi pada pilar batas negara darat antara Indonesia dengan Timor Leste. Titik batas kedua negara tepat jatuh pada aliran Sungai Noel Besi, sehingga tidak memungkinkan membangun sebuah pilar batas di tengah sungai.

Berdasarkan hal itulah, Auxilliary Border Marker ditempatkan di kedua sisi Sungai Noel Besi. Auxilliary Border Marker pun biasanya dibangun dan penamaannya secara berpasangan-pasangan. Jika di Indonesia bernomor RI18, maka di Timor Leste bernomor TL18.

Secara fisik, bangunan Auxilliary Border Marker memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibanding dengan pilar batas pada umumnya. Jika pada pilar batas pada umumnya berbentuk datar pada sisi atasnya, sedangkan Auxilliary Border Marker memiliki bentuk miring pada sisi atasnya.

Survei penegasan batas ini bukanlah hal yang mudah dilakukan. Tim unit teknis Pusat Pemetaan Batas Wilayah harus ditugaskan berpuluh-puluh hari, bahkan hingga berbulan-bulan untuk menyelesaikan proses pemetaan batas negara. Selain persiapan fisik, kesiapan mental diperlukan oleh para tim survei. Tak jarang, tim survei harus bermalam di tengah hutan, makan dengan material seadanya dan dihadapkan dengan kondisi alam yang tidak dapat diprediksi. Namun karena kecintaannya kepada bumi pertiwi, seluruh elemen tim pemetaan batas negara yang berisikan BIG, Kementerian Luar Negeri, dan TNI bertekad menuntaskan penegasan batas ini demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!