Sejumlah Kalangan Sebut Perempuan Terbukti Bisa Jadi Pemimpin Indonesia
Senin, 24 Januari 2022 - 19:16 WIB
Bahkan, kata Siti, secara organisasi saja Muhammadiyah pada 2010 menetapkan Tarjih yang sudah disetujui oleh seluruh wilayah Indonesia. Di dalam tarjih itu, seorang perempuan boleh menjadi presiden. "Jadi tahun 2010 disahkan bahwa perempuan boleh menjadi presiden," katanya.
Senada, Ulama NU Nyai Badriyah Fayumi mengatakan, dalam perspektif Nadhatul Ulama, sebetulnya kepemimpinan perempuan itu sesuatu yang sudah selesai. Dia lantas menyebut Megawati salah satu bukti kesejarahan tersebut.
"Beberapa buktinya adalah Ibu Megawati menjadi presiden wakilnya Pak Hamzah Has seorang Nadliyin, kemudian ketika Ibu Megawati menjadi calon presiden berpasangan dengan waktu itu KH Hasyim Musyadi," ungkap Fayumi.
"Artinya secara umum persoalan kepemimpinan di ranah publik di ranah politik dalam perseptif Nahdliyin itu sesuatu relatif yang sudah selesai," ujarnya.
Baca juga: Megawati Milad ke-75, Sosoknya Dilihat sebagai Tokoh Nasional Pemersatu Bangsa
Senada, Ulama NU Nyai Badriyah Fayumi mengatakan, dalam perspektif Nadhatul Ulama, sebetulnya kepemimpinan perempuan itu sesuatu yang sudah selesai. Dia lantas menyebut Megawati salah satu bukti kesejarahan tersebut.
"Beberapa buktinya adalah Ibu Megawati menjadi presiden wakilnya Pak Hamzah Has seorang Nadliyin, kemudian ketika Ibu Megawati menjadi calon presiden berpasangan dengan waktu itu KH Hasyim Musyadi," ungkap Fayumi.
"Artinya secara umum persoalan kepemimpinan di ranah publik di ranah politik dalam perseptif Nahdliyin itu sesuatu relatif yang sudah selesai," ujarnya.
Baca juga: Megawati Milad ke-75, Sosoknya Dilihat sebagai Tokoh Nasional Pemersatu Bangsa
Lihat Juga :