Gus Yahya Tegaskan NU Ambil Jarak dengan Politik Praktis
Kamis, 30 Desember 2021 - 14:31 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berbincang dengan Direktur Pemberitaan MPI Yadi Hendriana di Kantor PBNU Jakarta, Kamis (30/12/2021). FOTO/MPI/WIDYA MICHELLA
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ulama ( PBNU ) masa khidmat 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa NU telah mengambil jarak dengan politik praktis . Hal itu merupakan keputusan dalamMuktamar ke-26 NU Tahun 1979 di Semarang, Muktamar ke-27 Tahun 1984 di Situbondo, lalu disempurnakan dalam Muktamar ke-28 NU Yahun 1989 di Yogyakarta.
"Kita harus mengacu lagi ke sana karena yang menjadi keputusan-keputusan Muktamar itu menurut posisinya dari NU di tengah pergulatan kebangsaan," kata Gus Yahya saat ditemui MNC Portal Indonesia di Kantor PBNU Jakarta, Kamis (30/12/2021).
Gus Yahya menjelaskan, NU pernah menjadi partai politik pada 1945 hingga 1971. Namun sekarang NU kembali menjadi perkumpulan yang mengambil jarak dari politik praktis dan tidak menjadi pihak dalam kompetisi perpolitikan di Indonesia.
Baca juga: Gus Yahya Tidak Ingin Ada Capres dan Cawapres dari PBNU
"Kita harus mengacu lagi ke sana karena yang menjadi keputusan-keputusan Muktamar itu menurut posisinya dari NU di tengah pergulatan kebangsaan," kata Gus Yahya saat ditemui MNC Portal Indonesia di Kantor PBNU Jakarta, Kamis (30/12/2021).
Gus Yahya menjelaskan, NU pernah menjadi partai politik pada 1945 hingga 1971. Namun sekarang NU kembali menjadi perkumpulan yang mengambil jarak dari politik praktis dan tidak menjadi pihak dalam kompetisi perpolitikan di Indonesia.
Baca juga: Gus Yahya Tidak Ingin Ada Capres dan Cawapres dari PBNU
Lihat Juga :