Sudah Saatnya Harga BBM Turun

Kamis, 23 April 2020 - 06:01 WIB
Beberapa negara sudah menurunkan harga BBM. Di kawasan Asia, misalnya, Malaysia dan Vietnam adalah dua negara yang sudah menurunkan harga BBM beberapa kali. Harga rata-rata BBM di Malaysia hanya 1,2 ringgit Malaysia atau Rp4.540 per liter. Data itu dilansir Global Petrol Price. Harga BBM di Vietnam turun dari rata-rata Rp14.265 per liter menjadi Rp8.152 per liter. Di AS harga BBM rata-rata mencapai USD1,81 per galon, sekitar Rp7.500 per liter, turun dari rata-rata USD2,6 per galon atau Rp10.800 per liter.

Dengan anjloknya harga minyak, maka sudah saatnya harga BBM di dalam negeri diturunkan. Apalagi selama ini harga minyak selalu mengikuti perkembangan pasar. Sebagian minyak yang diolah menjadi BBM di dalam negeri berasal dari impor. Beberapa jenis BBM juga sebagian besar berasal dari impor sehingga seharusnya pemerintah melakukan penurunan harga sesuai harga pasar global. Bila tidak, tentu tidak fair dan pemerintah bisa dianggap tidak konsisten dalam penetapan harga BBM.

Secara nasional, dampak penurunan harga minyak itu positif dari sisi ekonomi maupun dari sisi moneter, apalagi Indonesia adalah nett importer minyak. Jika harga minyak jatuh maka Indonesia bisa memperoleh harga minyak dengan murah, efeknya dapat mengurangi beban defisit neraca perdagangan yang masih disumbang dari defisit neraca minyak dan gas (migas) dan akan memperbaiki neraca perdagangan maupun defisit transaksi berjalan Indonesia.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan defisit transaksi berjalan pada kuartal I akan lebih rendah dari 1,5% dan keseluruhan tahun CAD juga akan bergerak lebih rendah dari 2,5% terhadap PDB. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca minyak mentah Indonesia mencatatkan defisit USD1,44 miliar sejak Januari-Maret 2020, melebar dibanding periode yang sama tahun lalu yang defisitnya USD811,5 juta.

Anjloknya harga minyak berdampak positif di sisi moneter, akan tetapi Perry menyebut dari sisi fiskal akan berdampak negatif karena penerimaan pajak akan menurun, tetapi kebutuhan untuk pengeluaran anggaran berkaitan minyak juga turun dan subsidi akan turun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!