Caketum PPP Harus Terbebas dari Isu Korupsi

Kamis, 04 Juni 2020 - 09:16 WIB
Bakir menilai, PPP dalam beberapa tahun mengalami beban yang berat. Sehingga, momentum muktamar mendatang harus dijadikan pelajaran berharga agar partai ini tak terjebak dalam 'lubang yang sama'. Ia pun melihat, sebagai partai Islam, PPP belum berhasil menunjukkan identitas keislamannya secara substantif, sehingga kehilangan identitasnya yang sejatinya menjadi distingsi dari partai lainnya. (Baca juga: Ini Penjelasan KPK Terkait Bebasnya Romahurmuziy ).

Diketahui, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V PPP merekomendasikan agar muktamar untuk memilih Ketua Umum PPP definitif dilaksanakan setelah Pilkada 2020. Namun, Pilkada 2020 yang sedianya dilaksanakan September, mundur menjadi Desember 2020 karena wabah virus corona (Covid-19) yang terjadi di Indonesia. Belum ada kabar kapan Muktamar PPP dilaksanakan. (Baca juga: Soal New Normal, Ini Saran PPP untuk Pemerintah ).

Bakir Ihsan menganggap, jika mampu sebenarnya muktamar partai bisa dilaksakan dengan mengacu pada protokol kesehatan atau sebelum pilkada berlangsung. "Karena pascapilkada pun Covid-19 belum tentu selesai. Jadi ini sebenarnya terkait persoalan kesiapan penyelenggara," kata Bakir.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!