Soal New Normal, Ini Saran PPP untuk Pemerintah

Selasa, 02 Juni 2020 - 10:45 WIB
loading...
Soal New Normal, Ini...
Kartun SINDO/Wawan Bastian
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana menjalankan kebijakan kenormalan baru atau dikenal istilah new normal di tengah pandemi Covid-19. Terkait hal tersebut, Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR Achmad Baidowi menyarankan pemerintah melakukan simulasi dan sosialisasi yang masif.

"Agar pemerintah melakukan simulasi dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat terkait new normal agar terbiasa," ujar pria yang akrab disapa Awiek ini dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Selasa (2/6/2020).

Selain itu, kata dia, pemenuhan terhadap infrastruktur, fasilitas kesehatan, serta kecukupan tenaga medis harus mendapat perhatian khusus. "Mengingat kondisi setiap daerah tidak sama," ujar anggota Komisi VI DPR RI ini.

Kemudian, dia menyarankan agar pemerintah memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam dunia usaha mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, yakni jaga jarak, memakai masker, dan sering cuci tangan. "Untuk itu dibutuhkan ketegasan regulasi dan kedisiplinan menjalankan regulasi tersebut," katanya. (Baca juga: Jokowi Tegaskan Pembukaan Tempat Ibadah, Sekolah dan Aktivitas Ekonomi Dilakukan Secara Ketat ).

Dia mengatakan, mengingat new normal ada pembatasan orang dalam beraktivitas sebagai konsekuensi jaga jarak, dikhawatirkan akan terjadi pengurangan tenaga pekerja yang berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK). "Karena itu negara harus hadir melindungi pekerja dan jangan sampai PHK meluas."

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan adanya pembatasan orang dalam bekerja sebagai konsekuensi jaga jarak, perlu alternatif lain seperti membuat jam operasional diperpanjang dan pekerja bergiliran. "Sehingga PHK bisa diminimalisasi," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
PN Jakpus Tolak Gugatan...
PN Jakpus Tolak Gugatan soal SK DPW PPP Jawa Barat, Kepengurusan UU-Agus Solihin Dinyatakan Sah
Kuasa Hukum PPP Maluku...
Kuasa Hukum PPP Maluku Anggap Tim Sengketa Internal DPP Tak Punya Legitimasi Hukum
Kuasa Hukum DPP PPP:...
Kuasa Hukum DPP PPP: Jawaban Tergugat Diterima Hakim, Gugatan Balik atas Perkara Maluku Diajukan
Pengurus Daerah PPP...
Pengurus Daerah PPP Kembali Pertanyakan Peran yang Taj Yasin Lakukan untuk Partai
Muncul Desakan Penggantian...
Muncul Desakan Penggantian Sekjen PPP, Sekjen GPK: Itu Hanya Rumor
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Buka Muscab Sumut, Mardiono...
Buka Muscab Sumut, Mardiono Ajak Kader PPP Bersatu Hadapi Agenda Politik
10 Tahun Tanpa Kantor,...
10 Tahun Tanpa Kantor, Kini PPP Bengkulu Tengah Siap Tancap Gas
Rekomendasi
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved