Dukung UMKM Go Digital Dampak Pandemi, BSSN Dorong CSIRT Bekerja Maksimal
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 10:21 WIB
Hinsa mengungkapkan Revolusi Industri 4.0 menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memahami dan menguasai digitalisasi demi menunjang bisnis UMKM. “Namun sebaliknya, di ruang siber juga terdapat ancaman dan serangan yang dapat merugikan dan membahayakan hidup dan kehidupan manusia. Faktor penyebab ancaman siber antara lain tindak kejahatan dan human error,” kata Hinsa, Kamis (7/10)
Ancaman siber dapat bersifat teknis dan bersifat sosial. Ia menegaskan perlu disadari bahwa semakin tinggi tingkat pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi akan berbanding lurus dengan risiko dan ancaman keamanannya. Risiko dan ancaman keamanan ini juga tak luput bagi UMKM yang telah memanfaatkan media siber seperti media sosial, website, dan platform marketplace dalam menjalankan usahanya.
Hinsa menambahkan, menghadapi serangan di ruang siber, tentu negara harus hadir. Bapak Presiden Joko Widodo, ungkap Hinsa telah mengamanatkan BSSN bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang keamanan siber dan sandi, maka BSSN terus berbenah dalam berbagai bidang, antara lain di bidang peningkatan Sumber Daya Manusia, Tata kelola, dan Teknologi Keamanan Siber.
Untuk meminimalisasi serangan siber tersebut, BSSN akan memaksimalkan Tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber.
CSIRT merupakan salah satu program prioritas nasional (major project) yang dituangkan dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024.
Ancaman siber dapat bersifat teknis dan bersifat sosial. Ia menegaskan perlu disadari bahwa semakin tinggi tingkat pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi akan berbanding lurus dengan risiko dan ancaman keamanannya. Risiko dan ancaman keamanan ini juga tak luput bagi UMKM yang telah memanfaatkan media siber seperti media sosial, website, dan platform marketplace dalam menjalankan usahanya.
Hinsa menambahkan, menghadapi serangan di ruang siber, tentu negara harus hadir. Bapak Presiden Joko Widodo, ungkap Hinsa telah mengamanatkan BSSN bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang keamanan siber dan sandi, maka BSSN terus berbenah dalam berbagai bidang, antara lain di bidang peningkatan Sumber Daya Manusia, Tata kelola, dan Teknologi Keamanan Siber.
Untuk meminimalisasi serangan siber tersebut, BSSN akan memaksimalkan Tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber.
CSIRT merupakan salah satu program prioritas nasional (major project) yang dituangkan dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024.
Lihat Juga :