Dukung RCTI Uji Materi UU Penyiaran, DPR: Sejak Lama Kejar Pajak Youtube

Senin, 01 Juni 2020 - 18:06 WIB
Menurut Dave, Komisi I DPR sudah sejak lama mendorong agar pemerintah mengejar pajak dari platform media sosial seperti Netflix, Youtube, Instagram, Facebook dan aplikasi lainnya. Karena bagaimanapun, mereka juga menjual iklan dalam jumlah yang besar dan menikmati keuntungan dari warga Indonesia. Sehingga, sudah sepatutnya mereka memberi manfaat bagi bangsa Indonesia dengan ikut membayar pajak. “Saya melihat revenue pajak ini on top dan mereka menikmati market di Indonesia tetapi, masyarakat Indonesia tidak mendapatkan apa-apa,” sesal politikus Partai Golkar ini. (Baca juga: DPR Dukung Langkah RCTI Ajukan Judicial Review UU Penyiaran ke MK)

Dave menjelaskan, karena selama ini belum ada peraturan perundang-undangan yang jelas untuk mengatur aplikasi-aplikasi tersebut, pemerintah tidak bisa berbuat banyak. Namun, dalam UU Penyiaran yang baru nanti, adendumnya ditambahkan dan akan dipertegas lagi dengan peraturan Menteri (Permen) dan peraturan pemerintah (PP) agar membuat mereka patuh terhadap UU yang ada di Indonesia khususnya di bawah UU Perpajakan. “Jadi, harus ada aturan-aturan yang jelas untuk menutup segala macam look hole agar mereka berkewajiban melaksanakan pembayaran pajak itu,” ujar Dave.

Dia menambahkan, DPR sendiri lebih pada melakukan pengawasan dan pembuatan UU-nya. Serta, memastikan bahwa pemerintah mempunyai aturan yang dibutuhkan untuk melaksanakan kewenangannya, kemudian DPR mengawasi agar pemerintah tegas dalam menegakkan aturannya. Tetapi, dia melihat bahwa semangat pemerintah untuk menegakkan aturan pada aplikasi OTT itu sudah ada. “Ya karena belum selesai UU-nya sehingga Kominfo tidak bisa berbuat banyak, tapi kami sudah melihat semangatnya sudah ada, konsepnya sudah dimiliki, tinggal. Sebenarnya kalau nggak ada Covid ini UU Penyiaran sudah selesai, saya harapkan masa sidang ke depan kita bisa segera menyelesaikan lah,” katanya. *kiswondari
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!