Memahami Protes Petani Tembakau

Sabtu, 11 September 2021 - 17:09 WIB
Sebagai menteri yang bertugas menghimpun penerimaan, capaian tersebut menggembirakan. Sebaliknya, bagi petani tembakau, pertumbuhan itu menguatirkan. Dengan pertumbuhan produksi yang sangat rendah, rencana kenaikan cukai rokok pada 2022 akan memicu penurunan produksi rokok lebih terjun lagi.

Mengacu laporan tahunan Bea dan Cukai sampai Mei 2021, produksi rokok mengalami penurunan hingga minus 4,306% atau setara 5.525 milyar batang. Data ini menarik dianalisis dibanding laporan Juni maupun Juli 2021, karena lebih mewakili gambaran riil produksi di kuartal kedua (Q2) 2021.

Kenaikan produksi rokok sebesar 1,91% secara tahunan pada Juni 2021, misalnya, terjadi karena terdongkrak oleh kebijakan relaksasi pembayaran pita cukai akibat pandemi yang diatur dalam PMK No. 93/2021.

Nah, mari kita hitung tingkat signifikansi penurunan -4,306% itu dengan besaran tembakau dan luasan lahan.

Berdasarkan laporan produksi rokok yang dilekati pita cukai (CK-1) sebuah asosiasi produsen rokok, penurunan produksi sebesar -4,306% setara dengan penurunan konsumsi 5.525 milyar batang rokok. Dengan berat rerata satu batang rokok 1 gram, penurunan itu setara dengan 5.525 ton berat tembakau kering.

Angka itu terkesan kecil dibanding konsumsi tembakau dalam setahun. Namun, mari kita hitung berapa luas lahan tembakau yang dibutuhkan untuk menghasilkan 5.525 ton tembakau kering tersebut?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!