Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
Selasa, 03 Agustus 2021 - 15:13 WIB
Pada pekan kedua Januari 2021, beberapa kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan diterjang banjir besar. Masih di pekan yang sama, bencana tanah longsor yang menelan korban jiwa terjadi di Desa Cihanjuang, Sumedang, Jawa Barat. Tak berhenti sampa di situ, banjir bandang juga menyergap Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada pekan pertama April 2021. Bencana ini juga menelan korban jiwa.
Pada pekan terakhir Juli 2021, wilayah Tojo Una-Una di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dua kali diguncang gempa. Getaran gempa bermagnitudo 6,3 itu dirasakan warga di Poso, sehingga mendorong pasien Covid-19 berlarian menjauhi gedung rumah sakit (RS). Namun, Indonesia tidak sendirian.
Di Asia, Tiongkok dan India baru-baru ini juga dilanda bencana. India utara yang diguyur hujan lebat pada pekan ketiga Juli 2021 menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang di dua negara bagian, dan menelan korban jiwa. Akibat banjir itu, mobil dan rumah hanyut di Dharamshala di negara bagian Himachal Pradesh, Himalaya. Bencana alam beruntun di Tiongkok bahkan tampak lebih mengerikan.
Tak hanya diterjang banjir besar, beberapa wilayah di Tiongkok juga diamuk topan In Fa dan badai pasir. Hujan lebat berhari-hari menyebabkan provinsi Henan diterjang banjir besar dan juga menelan korban jiwa pada 20 Juli 2021. Bencana di negara ini berlanjut pada Minggu (25/7/2021) ketika angin topan In-fa memicu hujan lebat dan banjir besar di seluruh wilayah Shanghai.
Di hari yang sama, badai pasir besar melanda Kota Dunhuang. Badai pasir itu menyapu dinding bangunan tinggi hingga sekitar 100 meter di atas kota di Provinsi Gansu, di tepi Gurun Gobi.
Eropa pun tak luput dari bencana alam sejak pertengahan Juli 2021. Banjir besar melanda sejumlah negara di Eropa Barat, meliputi Jerman, Belgia, Prancis, Belanda, Swiss hingga Italia. Tragedi ini juga menelan banyak korban jiwa.
Bencana alam juga terjadi di daratan Amerika. Luapan sungai akibat guyuran hujan lebat menyebabkan banjir disertai lumpur dan sampah menerjang Zapopan, sebuah kota di negara bagian Jalisco, Meksiko, pada 26 Juli 2021. Sementara Brasil dilanda badai salju sehingga suhu di beberapa negara bagian di Amerika Selatan itu turun hingga minus delapan derajat Selsius.
Pada pekan terakhir Juli 2021, wilayah Tojo Una-Una di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dua kali diguncang gempa. Getaran gempa bermagnitudo 6,3 itu dirasakan warga di Poso, sehingga mendorong pasien Covid-19 berlarian menjauhi gedung rumah sakit (RS). Namun, Indonesia tidak sendirian.
Di Asia, Tiongkok dan India baru-baru ini juga dilanda bencana. India utara yang diguyur hujan lebat pada pekan ketiga Juli 2021 menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang di dua negara bagian, dan menelan korban jiwa. Akibat banjir itu, mobil dan rumah hanyut di Dharamshala di negara bagian Himachal Pradesh, Himalaya. Bencana alam beruntun di Tiongkok bahkan tampak lebih mengerikan.
Tak hanya diterjang banjir besar, beberapa wilayah di Tiongkok juga diamuk topan In Fa dan badai pasir. Hujan lebat berhari-hari menyebabkan provinsi Henan diterjang banjir besar dan juga menelan korban jiwa pada 20 Juli 2021. Bencana di negara ini berlanjut pada Minggu (25/7/2021) ketika angin topan In-fa memicu hujan lebat dan banjir besar di seluruh wilayah Shanghai.
Di hari yang sama, badai pasir besar melanda Kota Dunhuang. Badai pasir itu menyapu dinding bangunan tinggi hingga sekitar 100 meter di atas kota di Provinsi Gansu, di tepi Gurun Gobi.
Eropa pun tak luput dari bencana alam sejak pertengahan Juli 2021. Banjir besar melanda sejumlah negara di Eropa Barat, meliputi Jerman, Belgia, Prancis, Belanda, Swiss hingga Italia. Tragedi ini juga menelan banyak korban jiwa.
Bencana alam juga terjadi di daratan Amerika. Luapan sungai akibat guyuran hujan lebat menyebabkan banjir disertai lumpur dan sampah menerjang Zapopan, sebuah kota di negara bagian Jalisco, Meksiko, pada 26 Juli 2021. Sementara Brasil dilanda badai salju sehingga suhu di beberapa negara bagian di Amerika Selatan itu turun hingga minus delapan derajat Selsius.
Lihat Juga :