Mengejar Target 2 Juta Vaksinasi Per Hari

Rabu, 30 Juni 2021 - 06:15 WIB
"Namun demikian, pemerintah tidak putus asa. Pemerintah terus bekerja keras melakukan sosialisasi pentingnya vaksinasi dalam berbagai kesempatan," ungkapnya.

Bahkan, lanjut dia, demi menggugah kesadaran masyarakat agar mau divaksin, banyak daerah memberikan hadiah kepada masyarakat yang ikut dalam program vaksinasi. Tentunya ini merupakan upaya untuk mendorong masyarakat berpartisipasi dalam program vaksinasi sehingga semakin banyak yang terlindungi dari Covid-19.

‘’Penting diingat bahwa semakin banyak masyarakat yang ikut serta dalam program vaksinasi, maka secara bertahap kekebalan komunal dapat tercapai. Pemerintah juga memastikan vaksin Covid-19 yang digunakan aman,efektif,halal, dan minim efek samping," bebernya.

Dia lantas menuturkan, Satgas secara rutin berkoordinasi dengan TNI/Polri serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk memastikan target 2 juta vaksinasi warga per harinya dapat tercapai. Koordinasi yang terus dilakukan secara rutin ini berupaya untuk mengindentifikasi kendala di lapangan dan membantu pemerintah daerah untuk mencari jalan keluarnya. Diharapkan melalui koordinasi yang dilakukan ini, kendala-kendala terkait pencapaian target vaksinasi ini dapat terselesaikan.

"Sehingga program vaksinasi dapat berjalan dengan lancar," imbuhnya.

Satgas mengapresiasi terobosan yang dilakukan Kementerian Kesehatan menyelenggarakan vaksinasi di RS vertikal, Poltekkes, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bagi warga dengan tidak melihat domisili warga sesuai KTP. Menurut Wiku, pada prinsipnya daerah atau kementerian/lembaga lain dapat menjadikan terobosan Kementerian Kesehatan ini sebagai dasar untuk mengakselerasi capaian vaksinasi per harinya.

‘’Upaya yang dilakukan Kementerian Kesehatan melalui penyederhanaan persyaratan administrasi dalam program vaksinasi merupakan hal yang penting untuk dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses vaksinasi,’’ tandasnya.

Adapun Kementerian Kesehatan (Kemenkes)menegaskan terus berupaya mengoptimalkan program vaksinasi Covid-19 meski di tengah melonjaknya warga yang positif terinfeksi virus Corona. Dalam kondisi itu, Kemenkes mengingatkan agar tenaga kesehatan tetap berkonsentrasi mempercepat program vaksinasi sembari menangani pandemi.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengaku optimis 2 juta vaksinasi Covid-19 per hari bakal terpenuhi mulai Agustus mendatang. Apalagi dengan pembelian beberapa jenis vaksin yang rencananya bakal berdatangan secara bertahap dalam jangka waktu enam bulan. Jika tak ada hambatan, ketersediaan vaksin yang dibutuhkan bakal terpenuhi sehingga target vaksinasi terhadap 181 juta orang di akhir tahun ini dapat tercapai.

“Setidaknya kita akan menerima tiga jenis vaksin yang kita beli. Kita mendapatkan dukungan bantuan dan di bulan Juli nantinya akan mulai menerima vaksin AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer. Mereka akan menyelesaikan proses pengiriman itu dalam jangka waktu enam bulan. Artinya, akhir Desember kita sudah akan terima. Tentunya ini menambah optimisme kita untuk mempercepat vaksinasi,” terang Nadia.

Dia menegaskan keyakinannya vaksinasi 1-2 juta dosis vaksin bisa dilakukan setiap harinya. Hanya, proses distribusi harus juga didukung dengan tata kelola logistik yang akuntabel dan telah diperbarui secara real time. Jika datanya tidak sesuai atau diinput belakangan, justru akan mempengaruhi proses distribusi.

Adapun vaksinasi fase ketiga ini ditargetkan pada usia minimal 18 tahun. Namun, pemberian vaksin diprioritaskan pada daerah-daerah zona merah atau memiliki laju penularan yang tinggi karena jumlah vaksinnya masih terbatas.

Selain ketersediaan dan distribusi, tantangan yang dihadapi tentunya kesadaran masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi. Meski informasi edukasi yang diberikan ke publik sudah begitu massif, menurut Nadia, tidak dimungkiri masih adanya hoaks atau informasi yang mislead sehingga cukup mempengaruhi masyarakat agar mau divaksin.

“Tantangan berikutnya yaitu upaya kita menjangkau masyarakat di daerah-daerah yang akses terhadap literasi digitalnya masih sangat rendah. Mau tidak mau, harus menggunakan metode konvensional agar mereka memiliki kesadaran agar mau divaksin. Di sinilah peran kepala daerah, tokoh agama, pemimpin masyarakat akan sangat membantu persepsi masyarakat agar merasa aman dan mau divaksin,” ujarnya.

Nadia pun meyakini proses vaksinasi hingga di daerah seperti wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) bisa berjalan lancar. Menurutnya, pemerintah bisa belajar dari program vaksinasi atau imunisasi dasar pada anak-anak. Di sisi lain, program vaksinasi di daerah juga bakal melibatkan TNI-Polri dalam membantu mengedukasi masyarakat dan kelancaran distribusi vaksin hingga ke di daerah pelosok.

Sementara itu, Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Tjandra Yoga Aditama memprihatinkan adanya lonjakan luar biasa kasus Covid-19 saat ini. Kasus baru per hari pernah 2.385 orang di pertengahan Mei 2021 dan dalam hitungan satu bulan saja melonjak hampir 10 kali lipat menjadi 21.342 pada 27 Juni 2021.

Kondisi itu mengakibatkan rumah sakit penuh bahkan sampai sudah membuka tenda darurat. Lahan pemakaman juga semakin penuh, serta kian banyaknya petugas kesehatan yang jatuh sakit.

Dalam kondisi seperti ini, Tjandra menyarankan, sambil melakukan upaya keras untuk mengendalikan keadaan, pembatasan sosial harus lebih diperketat.

"Ada berita yang cukup melegakan, yaitu tentang capaian vaksinasi yang sudah lebih dari 1 juta sehari. Sindonews.com 27 Juni 2021 menuliskan 'Rekor Baru! Vaksinasi Covid-19 Nasional Sentuh 1,3 Juta Per Hari'. Ini tentu hal yang patut diapresiasi dan harus terus dilanjutkan serta ditingkatkan. Untuk menunjang keberlangsungan suksesnya program vaksinasi ini maka ada setidaknya empat hal yang patut jadi perhatian," tegas Tjandra.

Anggota Covid-19 Vaccine Global Access (COVAX) Independent Allocation of Vaccines Group (IAVG) ini membeberkan, guna mengejar 2 juta vaksinasi per hari pada Agustus 2021 maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemerintah dan pihak-pihak terkait.

Aspek pertama dan paling utama tentu saja adalah jaminan ketersediaan vaksin. Semua pihak tentu sudah tahu sejak awal bahwa jumlah vaksin yang tersedia tidaklah sepadan dengan jumlah penduduk dunia yang membutuhkannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!