Kasus Aktif COVID-19 Tak Terbendung, IDI Minta Pemerintah Sediakan Selter Pasien OTG
Sabtu, 26 Juni 2021 - 15:14 WIB
Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih meminta pemerintah kembali membuka tempat penginapan atau selter bagi para pasien COVID-19 yang tidak memilik gejala berat atau OTG. Foto/BNPB
JAKARTA - Ketersedian ruang perawatan untuk pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit (RS) sudah terisi penuh akibat lonjakan kasus aktif dalam sepekan. Hal itu pun menimbulkan persoalan baru khususnya bagi tenaga medis yang melakukan perawatan.
Untuk mengatasi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih meminta pemerintah kembali membuka tempat penginapan atau selter bagi para pasien COVID-19 yang tidak memilik gejala berat atau orang tanpa gejala (OTG). Baca juga: RS Penuh, Puskemas di Tangerang Jadi Ruang IGD Pasien Covid-19
"Harus didorong lagi membuka gedung-gedung hotel-hotel untuk menampung kasus-kasus yang sangat ringan," ujar Daeng dalam talkshow MNC Trijaya FM dengan tema COVID-19 Gawat Darurat, Sabtu (26/6/2021).
Menurut Daeng, kebijakan itu sebetulnya sudah pernah dilakukan pemerintah dan terbukti berhasil dalam memberikan penanganan medis untuk para pasien. Hal itu, lanjut dia, merupakan salah satu strategi penanganan kasus COVID-19 agar tidak terjadi penumpukan pasien di RS.
Untuk mengatasi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih meminta pemerintah kembali membuka tempat penginapan atau selter bagi para pasien COVID-19 yang tidak memilik gejala berat atau orang tanpa gejala (OTG). Baca juga: RS Penuh, Puskemas di Tangerang Jadi Ruang IGD Pasien Covid-19
"Harus didorong lagi membuka gedung-gedung hotel-hotel untuk menampung kasus-kasus yang sangat ringan," ujar Daeng dalam talkshow MNC Trijaya FM dengan tema COVID-19 Gawat Darurat, Sabtu (26/6/2021).
Menurut Daeng, kebijakan itu sebetulnya sudah pernah dilakukan pemerintah dan terbukti berhasil dalam memberikan penanganan medis untuk para pasien. Hal itu, lanjut dia, merupakan salah satu strategi penanganan kasus COVID-19 agar tidak terjadi penumpukan pasien di RS.
Lihat Juga :