Kasus COVID-19 Terus Melonjak, IDI Sarankan Pemerintah Lakukan Lockdown
Jum'at, 18 Juni 2021 - 17:58 WIB
Ketua Satuan Tugas COVID-19 PB IDI, Zubairi Djoerban menyarankan agar dilakukan kebijakan lockdown melihat kasus COVID-19 yang terus melonjak. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kasus COVID-19 terus melonjak, bahkan dalam dua hari terakhir ini penambahan positif lebih dari 12 ribu orang dalam sehari. Ditambah lagi sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 banyak yang dikabarkan sudah tidak bisa menampung pasien lagi.
Merespons hal ini, Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) , Zubairi Djoerban menyarankan agar dilakukan kebijakan lockdown . Baca juga: Pemerintah Didorong Kejar Target Vaksinasi COVID-19 2 Juta Orang Per Hari
“Saya kembali ulangi saran saya: lockdown. Semua liburan dan perjalanan tidak penting harus dihentikan sejenak. Apalagi mempertimbangkan sekolah tatap muka dibuka kembali. Jangan dulu. Lakukan lockdown sebelum telat. Situasi bisa berubah jadi mengerikan,” cuit Zubairi lewat akun media sosialnya, Jumat (18/6/2021).
Sebelumnya, Zubairi pun telah mengingatkan potensi kenaikan kasus COVID-19 salah satunya yang diakibatkan oleh mutasi COVID-19 varian Delta yang telah menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia.
Merespons hal ini, Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) , Zubairi Djoerban menyarankan agar dilakukan kebijakan lockdown . Baca juga: Pemerintah Didorong Kejar Target Vaksinasi COVID-19 2 Juta Orang Per Hari
“Saya kembali ulangi saran saya: lockdown. Semua liburan dan perjalanan tidak penting harus dihentikan sejenak. Apalagi mempertimbangkan sekolah tatap muka dibuka kembali. Jangan dulu. Lakukan lockdown sebelum telat. Situasi bisa berubah jadi mengerikan,” cuit Zubairi lewat akun media sosialnya, Jumat (18/6/2021).
Sebelumnya, Zubairi pun telah mengingatkan potensi kenaikan kasus COVID-19 salah satunya yang diakibatkan oleh mutasi COVID-19 varian Delta yang telah menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia.
Lihat Juga :