Potensi Kejahatan Spionase di Indonesia (Studi Kasus Eli Cohen)

Kamis, 27 Mei 2021 - 23:17 WIB
Kedekatan Eli Cohen dengan Presiden Amin Al-hafez membuat Presiden mempersiapkan Eli untuk menjadi deputi menteri pertahanan yang selanjutnya dipersiapkan menjadi menteri pertahanan Suriah, hal ini membuat Eli dengan sangat mudah mendapatkan data yang rinci dan aktual terkait militer suriah. Kedekatan tersebut juga berpengaruh terhadap perang 6 hari, Eli menjadi salah satu masyarakat sipil yang dapat bergabung dengan militer Suriah dan Eli pada saat itu menyarankan pejabat Suriah untuk menanamkan pohon Kayu Putih (Eucalyptus) di dataran tinggi Golan dengan alasan untuk peneduhan bagi pasukan militer.

Dalam perang 6 hari tersebut itu, kegunaan pohon tersebut sangat membantu militer Israel menyerang. Angkatan Udara Israel (IAF) menyerang pepohonan Eucalyptus yang di gunakan militer Suriah untuk peneduhan tersebut sehingga Israel melakukan penyerangan ke daerah tersebut dengan mudah dan langsung menguasai daerah tersebut hingga sekarang. Eli juga mengumpulkan data dari pilot pesawat angkatan udara Suriah sehingga pada saat angkatan udara Suriah mau melakukan pemboman di Tel Aviv, militer Mozzad dengan mudahnya memberikan peringatan dan memberitahu bahwa mereka mengenal nama pilot dan juga nama keluarga dari pilot tersebut sehingga jika ada bom yang jatuh di Tel Aviv maka Mozzad akan melakukan penyerangan ke keluarga pilot-pilot tersebut. Hal itu membuat angkatan udara tidak jadi melakukan pemboman dan langsung balik ke pangkalan udara.

Kemudian terbongkarnya penyamaran Cohen terjadi di bulan Januari 1965 saat terdeteksi sinyal tinggi dari apartemen Eli yang kebetulan terletak dekat dengan operator radio dari kedutaan besar India. Kemudian Eli Cohen dihukum gantung oleh militer di Martyr’s Square di tengah kota Damaskus tanggal 18 Mei 1965 dan sampai saat ini pemerintah Suriah tidak mengizinkan untuk jenazah Eli dipulangkan ke Israel karena dianggap sebagai sebuah kejahatan luar biasa.

b) Potensi Kejahatan Spionase di Indonesia

Hak pemindahan kewarganegaran atau naturalisasi di Indonesia yang diberikan kepada warga negara asing (WNA) untuk mendapatkan status warga negara Indonesia (WNI) berdasarkan penjelasan di atas terlihat cukup mudah. Melengkapi beberapa persyaratan yang diajukan kepada Presiden melalui kementerian terkait maka seorang WNA dapat memperoleh status WNI.

Saat ini di Indonesia melalui sepak bola, sudah banyak warga negara asing yang melakukan sepak bola dengan alasan sudah merasa nyaman tinggal di Indonesia dan mau membela Tim di Indonesia dan tidak mau balik ke negara mereka lagi. Seperti yang di lansir dalam situs online www.bolanet.com pada tanggal 01 Maret 2018 bahwa sudah ada 19 nama pemain bola yang melakukan naturaliasi menjadi warga negara Indonesia.

Tidak menutup kemungkinan bahwa akan semakin banyak dari pemain bola warga negara asing yang akan melakukan naturalisasi menjadi warga negara Indonesia. Salah satu dari pemain bola yang telah naturalisasi tersebut saat ini sudah tergabung didalam partai politik. Dapat diakses melalui www.bolalob.com pada tanggal 24 Februari 2016.

Salah satu pemain tersebut dulu memperkuat salah satu klub besar di Indonesia dan saat ini terjun ke dunia politik dan bergabung dengansalah satu partai politik, hal ini tentunya harus diwaspadai oleh pemerintah Indonesia jika berkaca kembali terhadap kisah Ely Cohen yang adalah agen rahasia militer Israel. Dengan bergabung dengan dunia Politik maka Informasi aktual terkait dengan pertahanan negara akan lebih muda diakses.

Jika pemain ini mampu membuka peluang pertama untuk terlibat didalam partai politik maka akan membuka pintu untuk pemain lain ikut berpolitik.

Penulis tidak melakukan judge terhadap pemain bola tersebut, tetapi demi menjaga kedaulatan dan Informasi Pertahanan negara sebaiknya pemerintah membatasi ruang gerak dari WNA yang melakukan Naturalisasi. Pemerintah membatasi WNA yang telah menjadi WNI agar tidak terlibat aktif untuk ikut didalam kegiatan politik dalam negeri.

Wilayah Indonesia yang luas dan kaya akan sumber daya alam ini telah menjadi pusat pandang dunia. Hal ini harus menjadi pusat perhatian pemerintah untuk lebih menjaga pertahanan negara.

II. Kesimpulan

Kejahatan Spionase yang dilakukan pada masa lalu oleh agen rahasia militer Israel Ely Cohen terhadap Syria dapat menjadi sebuah pelajaran yang penting bagi pemerintah Indonesia untuk mulai membatasi Pewarganegaraan di Indonesia agar tidak terjadi kejahatan Spionase yang dilakukan oleh negara yang menginginkan Informasi aktual mengenai Indonesia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!