Potensi Kejahatan Spionase di Indonesia (Studi Kasus Eli Cohen)

Kamis, 27 Mei 2021 - 23:17 WIB
d. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945;

e. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1(satu) tahun atau lebih;

f. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi berkewarganegaraan ganda;

g. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilann tetap;

h. Membayar uang pewarganegaraan ke kas negara

Selain itu, pemohon pewarganegaraan juga mengajukan permohonan menggunakan bahasa Indonesia secara tertulis dan diajukan kepada Presiden melalui menteri, kemudian Presiden akan melakukan pertimbangan dalam waktu 3 bulan terhitung sejak tanggal pemohon diterima.

2. Kejahatan Spionase

Menurut Buku putih pertahanan, kejahatan Spionase diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan data yang dilakukan oleh sebuah negara terhadap negara tujuan dengan berbagai cara dan metode. Hal ini disebabkan oleh perkembangan lingkungan strategis sehingga sangat sulit bagi sebuah negara untuk mengetahui ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar negeri yang mengancam kedaulatan sebuah negara sehingga sebuah negara akan berusaha untuk mendapatkan informasi dan data dengan menggunakan kekuatan intelijen militer. Selain itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempengaruhi pola kejahatan dengan menggunakan internet sebagai akses utama, hal ini disebut sebagai peperangan berbasis jaringan yang mengandalkan keunggulan informasi, kejahatan semacam ini dkenal dengan perang ranah digital ataupun perang cyber.

3. Analisis Potensi Ancaman Spionase melalui pewarganegaraan

a) Berkaca dari pengalaman orang yang terlibat di dalam kejahatan Spionase

Kisah Eli Cohen

Eli Cohen merupakan mata-mata israel yang terkenal dengan sepak terjangnya dalam kegitan spionase pada tahun 1961 – 1965 di Suriah. Nama lengkap Eli Cohen adalah Eliayu ben Shaul Cohen, Eli lahir di wilayah pemukiman Yahudi, 16 Desember 1924. Karir pendidikan eli cohen sangat baik dan unggul di bidang matematika dan bahasa. Eli melakukan kejahatan mesir pertama kali di mesir sehingga membuat hubungan diplomasi antara mesir dan beberapa negara di barat menjadi buruk, namun eli harus keluar dari mesir ketika mesir melakukan kampanye anti Yahudi sehingga memaksa Eli harus keluar dari mesir kemudian masuk kembali ke Israel.

Karena alasan sumber daya alam, Israel berusaha untuk mendapatkan daerah dataran Golan yang pada saat itu menjadi benteng alam Suriah – Israel yang merupakan salah satu daerah penghasil air untuk daerah Israel. Pada saat bersamaan Suriah sedang dibantu Soviet untuk mengalihkan sumber sungai Yordan dengan tujuan agar Israel tidak mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan warga negaranya. Hal ini membuat Israell membutuhkan data yang akurat berupa proyek pengaliran air, rencana rekayasa, diagram, peta dan rincian lainya untuk perencanaan pertahanan energi Israel. Sehingga pada tahun 1960 intelijen Israel merekruit Eli sebagai agen untuk melakukan operasi spionase ke suriah. Eli bergabung dalam intelijen Mozzad Israel kemudian namanya berubah menjadi Kamel Amin Tsa’ abet, lahir di Beirut lebanon dari orang tua asli Suriah. Perjalanan awal dimulai dari berimigrasi ke Argentina dam berdagang tekstil.

Misi pertama Eli di Argentina adalah mengenal dan membangun relasi dengan Kolonel Amin Al-Hafaz, atase militer kedutaan besar Suriah, yang merupakan presiden Suriah yang terpilih dari kudeta tidak berdarah pada tahun 1963, hal ini yang membuat Eli bisa bisa masuk ke lingkaran kekuasaan Suriah. Pada tahun 1961 Cohen menjadi salah satu anggota partai Baath dan menjadi seorang pejuang Arab yang militan tanpa diketahui oleh orang lain bahwa Eli adalah seorang Yahudi. Eli menjadi salah orang penting dalam partai tersebut, keterlibatannya dalam politik ini membuat eli mendapatkan dengan mudah data rahasia negara suriah yang sangat berguna bagi pertahanan Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!