Impor Beras Diprotes, Mendag Siap Mundur

Rabu, 24 Maret 2021 - 06:32 WIB
Akibat munculnya polemik yang tajam seputar rencana impor beras satu juta ton itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta jangan sampai ada yang menyalahkan pihak lain. Sebab urusan impor beras itu adalah tanggung jawab Mendag demi menjaga harga beras tetap stabil di pasaran. Pasalnya ada kekhawatiran Bulog terancam kesulitan memenuhi target cadangan beras sebanyak satu juta ton hingga 1,5 ton setahun. Lutfi tidak mengabaikan adanya panen raya bulan depan, tetapi setiap panen sering kali diselingi hujan yang membuat banyak gabah basah. Akibatnya tidak bisa disimpan sebagai cadangan di Bulog.

Saat ini stok beras di Bulog berdasarkan versi Kemendag hanya mencapai 500.000 ton, padahal harusnya tersedia minimal satu juta ton beras setiap tahun. Selain itu sebagaimana dibeberkan Lutfi, Bulog baru mampu menyerap 85.000 ton beras dari hasil panen raya. Kondisi tersebut mendorong pihak Kemendag melemparkan wacana untuk menyerap beras impor yang kini berujung pada perdebatan panas di tengah masyarakat. Di sisi lain, ternyata Bulog masih memiliki stok beras impor dari pengadaan 2018 lalu. Dari 1.785.450 ton beras masih tersisa 275.811 ton beras belum tersalurkan. Dari angka sisa beras impor tersebut terdapat 106.642 ton masuk kategori beras turun mutu.

Walau badai protes terhadap wacana impor beras begitu kencang, Mendag Muhammad Lutfi merasa tetap berada di jalan yang benar. Bahkan dia siap turun dari kursi menteri apabila keputusannya terbukti salah. Apalagi opsi impor beras untuk memenuhi cadangan Bulog sekitar 1 juta hingga 1,5 juta ton sudah ditetapkan sebelum dirinya menduduki kursi Mendag pada akhir tahun lalu. Masalah impor beras memang sering kali berimplikasi pada masalah politik.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!