Sejumlah Kader Persoalkan Hasil Muktamar dan Susunan Pengurus PPP

Selasa, 09 Februari 2021 - 18:46 WIB


Karena itu, sejumlah komponen, tokoh senior dan kader partai malakukan silaturahim sebagai bagian tanggung jawab moral dan panggilan sejarah untuk berkontribusi dan menyelamatkan PPP dalam menghadapi Pemilu 2024, serta tetap terus berkhitmad pada umat, bangsa, dan negara sebagai partai berbasis Islam yang didirikan para ulama. Sejumlah komponen tersebut menamakan diri ”Kembali ke PPP 1973” yang di dalamnya terdiri dari para tokoh fusi pendiri partai, komponen Kembali Khittoh PPP, dan sejumlah komponen lain.

”Kami memberanikan diri dan mohon izin pada senior dan pejuang-pejuang PPP dengan segala kelebihan dan kekurangan kami, dan kita semua mengambil bagian memulai perjuangan dengan tetap berharap terus semua komponen. Gerakan ini kami sebut Gerakan Penyelamatan PPP,” katanya. Baca juga: Fraksi PKS Tegaskan Tak Ada Alasan Hentikan Revisi UU Pemilu

Menurut dia, gerakan ini bukan didasarkan atas dasar kebencian dan kekecewaan semata pada hasil Muktamar IX dan Susunan Pengurus DPP PPP 2020-2025, tapi lebih atas panggilan sejarah penyelamatan partai.

Ketua DPP Ekonomi dan Industri PPP Periode 2016-2020 Rudiman menambahkan, susunan kepengurusan DPP kali ini justru memasukkan orang-orang yang bukan kader PPP. Ada pasangan suami istri, ada mantan Wakil Ketua Umum Partai Hanura Bambu Apus/versi Daryatmo, Patrika S Andi Paturusi sebagai salah satu ketua. Ada pula mantan caleg PKB.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!