Angka COVID-19 di Tanah Air Nyaris 1 Juta Kasus, CISDI: Transmisi Penularan Naik

Selasa, 26 Januari 2021 - 08:31 WIB
Yurdhita juga mengatakan bahwa saat ini wabah COVID-19 menginfeksi penduduk lebih cepat daripada penanggulangan dari pemerintah. “Jadi gini kita lihat bahwa sekarang jelas kita harus akui bahwa wabahnya kerja lebih cepat daripada mesin kementerian ya.”

“Sehingga, selalu melangkah nya itu 1-2 langkah di belakang dari wabah-wabahnya. Wabahnya sudah sampai community transmission kita masih menganggap bahwa itu flu biasa misalnya gitu. Sehingga kemudian tindakan yang dilakukan juga itu,” sambungnya.

Bahkan, kata Yurdhita, bahwa saat ini angka kematian makin tinggi. “Angka kematian kita lihat makin tinggi, di IGD di ICU yang menjadi indikator seberapa kuat sih kita menangkal wabah ini udah terganggu, sehingga kita mau itu turun secepat-cepatnya,” tandasnya.

Sehingga, lanjut dia, semua pihak harus bersepakat untuk mengakhiri pandemi COVID-19 untuk bisa menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa. “Kita coba untuk mengurangi beberapa hal. Tapi biasa kalau kita mau bersama-sama bersepakat gitu apa yang harus dilakukan kan sebetulnya yang harus kita sepakati dulu endpoint-nya mau apa gitu kan.” Baca juga: Serang Balik, China Tuding COVID-19 Berasal dari Lab Militer AS

“End point-nya kan kita mau bahwa lekas pandemi itu bisa selesai dan kita bisa menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa yang masih bisa diselamatkan gitu dalam kondisi seperti ini,” imbuh Yurdhita.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!