Penerapan Protokol Kesehatan Kunci Rendahnya Klaster Pilkada 2020
Selasa, 15 Desember 2020 - 08:13 WIB
Mahfud mengatakan dengan menjalankan protokol kesehatan, tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi. Bahkan, angka sementara lebih tinggi dibandingkan dengan Pilkada 2015. Seperti diketahui, Pilkada 2020 ini diikuti daerah peserta Pilkada 2015. “Tingkat partisipasi Alhamdulillah. Dulu, partisipasi kita Pilkada Serentak 2015 itu adalah 69%, 69,02%. Dikatakan kalau ada pilkada ini akan turun menjadi 50 paling banyak 55%. Sekarang naik menjadi 75,83%,” ungkapnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 berjalan baik. Bahkan, pelaksanaan protokol kesehatan cukup banyak dipatuhi pemilih maupun kontestan pilkada. “Dari semua daerah, kepatuhan pada protokol Covid-19 pada saat pemungutan suara itu adalah berkisar antara 89-96%. Artinya, relatif cukup dipatuhi dengan baik," katanya. (Lihat videonya: Komnas HAM Investigasi Kasus Penembakan Simpatisan FPI)
Tito mengatakan lancarnya pilkada di tangan pandemi Covid-19 juga diikuti angka partisipasi yang baik di mana data per hari ini tingkat partisipasi Pilkada Serentak 2020 mencapai 75,83%. "Ini masih dinamis, masih bergerak, tapi per hari ini 75,83%,” ungkapnya. (Dita Angga)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 berjalan baik. Bahkan, pelaksanaan protokol kesehatan cukup banyak dipatuhi pemilih maupun kontestan pilkada. “Dari semua daerah, kepatuhan pada protokol Covid-19 pada saat pemungutan suara itu adalah berkisar antara 89-96%. Artinya, relatif cukup dipatuhi dengan baik," katanya. (Lihat videonya: Komnas HAM Investigasi Kasus Penembakan Simpatisan FPI)
Tito mengatakan lancarnya pilkada di tangan pandemi Covid-19 juga diikuti angka partisipasi yang baik di mana data per hari ini tingkat partisipasi Pilkada Serentak 2020 mencapai 75,83%. "Ini masih dinamis, masih bergerak, tapi per hari ini 75,83%,” ungkapnya. (Dita Angga)
(ysw)
Lihat Juga :