Skenario Haji 2020: Dibatalkan atau Pangkas Kuota 50%

Senin, 11 Mei 2020 - 12:36 WIB
Pemerintah merancang dua skenario penyelenggaraan ibadah haji 2020, yakni ibadah haji dengan pembatasan atau pemangkasan kuota 50 persen. Foto/Dok SINDO
JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi memaparkan persiapan dan skenario penyelenggaraan ibadah haji 2020 M/1441 H yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Ada dua skenario dalam penyelenggaraan haji yakni pemangkasan 50% kuota haji agar tetap ada social/physical distancing, atau dibatalkan secara keseluruhan.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR membahas tindak lanjut Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020 M/1441 H secara virtual, Senin (11/5/2020).



"Tahapannya adalah dengan merancang skenario penyelenggaraan ibadah haji, terdapat dua skenario. Yaitu satu, penyelenggaraan ibadah haji 2020 dilaksanakan dengan pembatasan. Skenario ini haji tetap dilaksanakan tapi dengan pembatasan kuota akibat situasi Tanah Suci yang masih berisiko. Diperkirakan terpangkas 50 persen," kata Zainut. (Baca juga: Nasib Ibadah Haji 2020 Diputuskan Akhir Bulan Puasa ).

Zainut menjelaskan, pemangkasan kuota sampai 50% ini dengan mempertimbangkan ketersediaan ruang social distancing. Skenario ini juga menitikberatkan prioritas kondisi yang disepakati misi haji Indonesia dan pemerintah Arab Saudi, yakni pemeriksaan kesehatan jemaah sudah istito'ah (jamaah dinyatakan mampu pergi haji) tetapi terkena pemangkasan. Mitigasinya, mengeluarkan kebijakan bagi jemaah yang istito'ah dan memitigasi jemaah terpapar Covid-18.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!