Jokowi-Ma'ruf Harus Bisa Optimalkan Semua Janji Kampanyenya

Selasa, 20 Oktober 2020 - 14:37 WIB
"Sekaligus dapat mengatasi problem kesehatan masyarakat terkait penyebaran, pencegahan serta penyembuhan (pengobatan) masyarakat yang terindikasi terkena virus ataupun OTG (Orang tanpa gelaja-red)," jelasnya.

Maka itu, menurut dia, Presiden Jokowi sebaiknya bersikap lebih tegas kepada pembantunya dan melakukan reshuffle kepada menteri yang tidak bisa melakukan komunikasi politik dengan baik terkait urgensi UU Omnibus Law Cipta Kerja kepada masyarakat. Kata Igor, peran pembantu presiden di kabinet dalam menyosialisasikan Omnibus Law sangat penting agar kewibawaan pemerintah terjaga dan citra positif Jokowi lebih banyak dari negatifnya, baik itu dalam realita juga di dunia maya, tentang asumsi dan praktek penerapan UU Cipta Kerja. (Baca juga: Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf: Dari Rombak Anggaran hingga Berburu Vaksin)

"Bisa diprediksi bahwa pada saat situasi lebih kondusif pasca demo UU Omnibus Law ini, Presiden Jokowi akan mengevaluasi semua aspek dari kinerja para menterinya serta efektivitas pemerintahan di periode terakhirnya ini. Salah satu opsi yang rasional tentu adalah melakukan reshuffle kabinet," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!