PSBB Transisi Butuh Kesadaran Tinggi
Selasa, 13 Oktober 2020 - 06:16 WIB
Kita semua tentu tidak ingin kurva-kurva kasus Covid-19 ke depan menjulang tinggi lagi. Sebab, jika itu terjadi, maka sangat mahal dan besar risiko yang bakal dihadapi. Di tengah kondisi yang serba belum pasti ini, terus membangun kesadaran dan kewaspadaan diri adalah sebuah keharusan. Tak hanya bagi masyarakat, pemerintah berikut aparat negara juga didorong memiliki tanggung jawab yang sama untuk memulihkan kondisi saat ini.
Benar memang melalui peraturan gubernur terbaru, Anies telah menata dengan rinci ketentuan bioskop saat PSBB transisi ini. Demikian pula, rumah makan, kafe, restoran da pernikahan juga telah diberi pemahaman pentingnya menjaga protokol kesehatan secara ketat, seperti menjaga jarak, aturan wajib bermasker, penggunaan plastik tangan, hand sanitizer dan lain sebagainya. Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dipastikan tidak akan mampu terus mengawasi aktivitas harian sektor-sektor yang diberi hak kelonggaran tersebut.
Ketegasan aparat meski masih dalam tahap parsial dalam mengenakan sanksi selama ini bukanlah jawaban esensial dalam persoalan lemahnya kepatuhan publik. Yang lebih penting, masing-masing individu baik itu masyarakat biasa, pengusaha, aparat hingga pejabat memiliki gelombang yang sama, yaitu kewaspadaan dan kesadaran tinggi bersama. Tanpa sikap mental yang dibalut kolektivitas semacam itu, maka sangat mungkin kita akan masuk dalam jebakan PSBB transisi lagi.
Benar memang melalui peraturan gubernur terbaru, Anies telah menata dengan rinci ketentuan bioskop saat PSBB transisi ini. Demikian pula, rumah makan, kafe, restoran da pernikahan juga telah diberi pemahaman pentingnya menjaga protokol kesehatan secara ketat, seperti menjaga jarak, aturan wajib bermasker, penggunaan plastik tangan, hand sanitizer dan lain sebagainya. Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dipastikan tidak akan mampu terus mengawasi aktivitas harian sektor-sektor yang diberi hak kelonggaran tersebut.
Ketegasan aparat meski masih dalam tahap parsial dalam mengenakan sanksi selama ini bukanlah jawaban esensial dalam persoalan lemahnya kepatuhan publik. Yang lebih penting, masing-masing individu baik itu masyarakat biasa, pengusaha, aparat hingga pejabat memiliki gelombang yang sama, yaitu kewaspadaan dan kesadaran tinggi bersama. Tanpa sikap mental yang dibalut kolektivitas semacam itu, maka sangat mungkin kita akan masuk dalam jebakan PSBB transisi lagi.
(bmm)
Lihat Juga :