Imajinasi Mudik ke Jakarta

Jum'at, 20 Maret 2026 - 12:51 WIB
loading...
Imajinasi Mudik ke Jakarta
Ramdansyah, Praktisi Hukum dan Alumni STF Driyarkara. Foto: Istimewa
A A A
Ramdansyah
Praktisi Hukum dan Alumni STF Driyarkara

ADA sesuatu yang salah—secara konseptual dan politis—ketika pejabat publik berbicara tentang “Mudik ke Jakarta.” Ketika Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menggunakan frasa tersebut, ia mungkin tampak sekadar bermain dengan bahasa. Namun, dalam politik, bahasa tidak pernah netral. Ia adalah cermin dari cara negara membayangkan realitas sosialnya—dan sekaligus alat untuk membentuknya.

Frasa Mudik ke Jakarta bukan sekadar kekeliruan semantik. Ia adalah indikasi dari imajinasi pembangunan yang menempatkan kota sebagai pusat segala orientasi hidup. Dalam kerangka ini, Jakarta tidak lagi hanya dilihat sebagai ruang administrasi atau ekonomi, tetapi sebagai tujuan eksistensial: tempat di mana kehidupan dianggap mencapai makna dan keberhasilan.

Yang dipertaruhkan di sini lebih dari sekadar istilah. Ini adalah redefinisi tentang apa artinya “pulang”.

Pembalikan Makna Pulang


Dalam pengalaman sosial Indonesia, mudik selalu berarti kembali: ke desa, ke keluarga, ke akar yang membentuk identitas. Ia bukan sekadar mobilitas, melainkan tindakan moral—rekoneksi dengan asal-usul.

Namun, ketika seorang gubernur mengimajinasikan Mudik ke Jakarta, terjadi pembalikan makna secara radikal. “Pulang” tidak lagi menuju asal, tetapi menuju pusat kekuasaan ekonomi. Kampung tidak lagi menjadi titik referensi identitas, melainkan sekadar titik awal yang harus ditinggalkan.

Di sinilah bahasa bertemu dengan kebijakan. Apa yang diucapkan Pramono Anung mencerminkan—secara sadar atau tidak—warisan panjang pembangunan yang memusat, di mana kota dijadikan magnet utama, sementara desa dibiarkan sebagai penyokong kota yang pasif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum GIM Dukung Putusan...
Ketum GIM Dukung Putusan MK Tetapkan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Ironi Sampah di Jantung...
Ironi Sampah di Jantung Jakarta
Sukses Amankan Mudik...
Sukses Amankan Mudik Lebaran 2026, Kepercayaan Publik ke Polri Melesat ke Peringkat 4 Besar
Survei Indikator: Beragam...
Survei Indikator: Beragam Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026
Kemenag Sebut Masyarakat...
Kemenag Sebut Masyarakat Penerima Manfaat Masjid Ramah Pemudik Naik Signifikan
Kemenag Catat 3,5 Juta...
Kemenag Catat 3,5 Juta Pemudik Manfaatkan Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Bikin Macet, Kasudin SDA Jaksel Minta Maaf
Rekomendasi
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved