Merampungkan Proyeksi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2020 - 06:05 WIB
Oleh karenanya, dibutuhkan ketenangan untuk mengatasi situasi darurat ini dengan penetapan skala prioritas yang dijalankan secara konsisten, yaitu penyelamatan nyawa daripada ekonomi (sesuai dengan saran ahli kesehatan dan epidemiolog). Tak berarti ekonomi tidak penting, tapi seseorang butuh hidup terlebih dahulu sebelum berbicara tentang kebutuhan dalam hidupnya.

Peran kepemimpinan nasional tentu sangat dibutuhkan dalam situasi ini. Ibarat menegakkan benang basah, kepemimpinan nasional bisa menjadi pucuk pimpinan yang bisa menegakkan kepemimpinan-kepemimpinan yang ada di daerah hingga di level paling bawah, minimal dalam menghadapi situasi darurat ini. Dengan kata lain, pemerintah pusat atau badan yang ditunjuk untuk menangani Covid-19 (seperti satgas) harus diberikan wewenang untuk menetapkan wilayah mana yang sudah masuk situasi darurat serta langkah-langkah yang harus dilakukan oleh daerah tersebut untuk bisa keluar dari situasi darurat yang ada.

Adapun pemerintah daerah setempat bisa mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh Satgas. Setelah wilayah tersebut berhasil melewati masa-masa darurat, satgas bisa menyerahkan kembali "pengelolaan daerah" kepada pemerintah daerah (pemda) dengan semangat pemulihan ekonomi. Sebagaimana pemda sebelumnya mendukung penuh kerja-kerja satgas pada masa darurat, satgas juga perlu membantu penuh pemda dalam upaya menghadapi persoalan ekonomi yang ditimbulkan oleh Covid-19. Hingga penanganan ekonomi bisa berjalan dan penanganan Covid-19 bisa tetap terkontrol dalam satu manajemen kepemimpinan.

Dalam hemat penulis, kondisi ini akan jauh lebih baik daripada penanganan Covid-19 diserahkan kepada para kepala daerah dengan pembagian tugas yang tidak efektif dengan pemerintah pusat atau satgas. Hingga menimbulkan kesan pemerintah daerah selama ini berjalan sendiri-sendiri, tak jarang saling bertentangan satu sama lain, bahkan tak jarang seakan berseberangan dengan pemerintah pusat.

Pasca-Covid-19

Bila nanti badai Covid-19 sudah berlalu, semua pihak harus segera mengambil peran untuk merampungkan Indonesia yang masih pada tahap proyeksi maupun pembangunan ini.

Hingga Indonesia yang diharapkan menjadi rumah bersama bisa segera terwujud menaungi seluruh penghuninya dengan optimalisasi "kamar-kamar" yang ada.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan ke depan untuk merampungkan proyeksi Indonesia. Salah satunya adalah pemerataan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik. Pada masa pandemi, sangat terlihat dan terasa dampak dari pembangunan yang tidak merata. Sebagian daerah memiliki fasilitas layak untuk kebutuhan penanganan Covid-19 (seperti isolasi), sementara sebagian wilayah lain tak memiliki fasilitas yang dibutuhkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!