Ideologi Pancasila Sudah Final, yang Menolak Bisa Disebut Pemberontak

Minggu, 04 Oktober 2020 - 19:25 WIB
”Yang jelas hari ini kita bersepakat Pancasila sebagai ideologi kita. Ini yang harus kita pegang teguh dan kita pertahankan,” ucap mantan anggota Pelajar Islam Indonesia itu.(Baca juga: Soal Covid-19, Mahfud MD: Donald Trump Dulu Enggak Percaya )

Mengenai Kesaktian Pancasila, Amir meyampaikan hal tersebut memang harus terus digaungkan untuk memberikan kepastian yang kuat serta mengingatkan kembali bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa Imdonesia yang sah dan dilahirkan melalui konsensus bersama.

Dengan demikian, menurut dia, siapa pun yang berlawanan dengan Pancasila harus berhadapan dengan proses hukum. ”Kalau kita berkaca dari pemberontakan dahulu, mereka kan sebetulnya sudah berhadapan dengan TNI pada waktu itu kan. Karena itu hal ini harus disampaikan terus melalui pelajaran sejarah di dunia pendidikan. Tapi sejarah ini harus netral tidak boleh memuat sentimen satu kelompok. Saya akui bahwa hari ini kita sudah banyak kehilangan mementum-momentum yang berpegang teguh kepada Pancaila,” tuturnya.(Lihat juga infografis: Trump Positif Covid-19, Ini Politisi Dunia yang Pernah Terinfeksi Corona ).

Untuk itu, dia memandang perlu ada upaya untuk menyadarkan dan meyakinkan yang harus ditumbuhkan kepada masyarakat bahwa falsafah Pancasila ini merupakan kesaktian yang telah teruji.

Dia memberikan contoh ambruknya setiap gerakan makar dan kudeta yang ingin mengganti falsafah negara tersebut. “Tentu harus harus ditumbuh kembangkan kesadaran wawasan hidup berbangsa dan bernegara dengan pengamalan Pancasila sebagai asas utama suatu ideologi bangsa Indonesia. Adapun PKI sebagai partai pun tidak bisa eksis karena sudah dibubarkan melalui TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme,” ujarnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!