Hijrah Hidup Hijau

Kamis, 24 September 2020 - 07:26 WIB
Kita selalu merindukan taman, ruang bernafas kota. Ekosistem yang sehat dengan beragam tumbuhan dan makhluk hidup berfungsi membersihkan udara, menyerap gas karbon, dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Alam memiliki hukumnya sendiri dan sistem yang bekerja di dalamnya membentuk suatu untaian rantaian kehidupan.

Idealnya, RTH tersedia minimal 30 persen dari total wilayah suatu kota. Tujuannya agar kota bisa bernafas lega, bebas asma dan sesak nafas. Ruang publik seperti stadion olahraga, sempadan sungai, pantai, harus terbuka untuk kegiatan-kegiatan umum lintas warga dan lintas usia. Sementara itu, jalan, selain sebagai ruang pergerakan dan berikut fasilitas infrastrukturnya, jalur hijau, jalur pejalan kaki, dan jalur sepeda, telah menjadi ajang ruang publik berskala besar, seperti pesta rakyat, karnaval festival kebudayaan, lomba lari, atau jalur bebas kendaraan bermotor di akhir pekan.

Pasar sebagai ruang publik juga telah menjelma dari pusat kegiatan ekonomi lokal (spesialisasi produk) berkembang ke pusat kegiatan lingkungan/kawasan (kebutuhan pokok, kuliner, makanan organik) dan program revitalisasi/regenerasi sesuai perubahan budaya masyarakat sekitar.

Taman, pasar, dan jalan, merupakan elemen ruang publik kota yang memiliki dua karakter, yakni elemen otonom yang berdiri sendiri dalam bentuk titik, seperti taman lingkungan dan pasar. Tapi, itu juga bisa berupa garis yaitu jalan, jalur hijau, jalur pejalan kaki, jalur sepeda, jalur perbelanjaan, jalur pedagang kaki lima, dan bentangan lapangan sepakbola, alun-alun, taman kota, yang bertautan membentuk struktur ruang publik kota terintegrasi.

Penataan ruang publik kota relatif mudah dilakukan karena lebih banyak terkait faktor internal jajaran pemerintah daerah (lahan, dana, kemampuan teknis). Penataan ruang publik kota telah terbukti menjadi strategi quick wins yang efektif dan mampu mengangkat nama beberapa walikota/bupati. Mereka berhasil meraih simpati warga dengan mengubah lahan tidak produktif menjadi taman, mengembangkan taman tematik, serta melibatkan komunitas dalam menghidupkan budaya taman. Pasar tradisional disentuh dengan energi baru sebagai pusat kegiatan anak-anak muda atau festival kesenian kedaerahan. Jalan menjadi ajang berbagai kegiatan olahraga dan festival kebudayaan yang digelar rutin.

Di era normal baru, semua kegiatan itu tentunya harus dilakukan dengan tetap penerapan protokol kesehatan yang ketat. Wabah korona lambat atau cepat pasti akan berlalu. Banyak hikmah yang didapat, dengan melakukan hijrah hidup hijau kita akan lebih menghargai akan pentingnya arti kesehatan dan kehidupan.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
(ras)
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More