Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Selasa, 28 Juli 2026 - 20:30 WIB
"Biarkan saja setiap partai yang memperoleh suara untuk diikutkan di dalam penentuan perolehan kursi di DPR. Sepanjang dia bisa mendapatkan minimal satu kursi, maka dia bisa masuk ke dalam DPR," ujarnya.
Titi memahami kekhawatiran soal kerumitan jika terlalu banyak partai di parlemen. Karena itu, dia menawarkan aturan terkait ambang batas pembentukan fraksi.
"Nanti di parlemen bisa diberlakukan persyaratan misalnya ambang batas pembentukan fraksi begitu ya. Tapi dari awal jangan dihambat dulu, jadi jangan memberlakukan ambang batas yang menghalangi partai untuk memperoleh kursi," ucapnya.
"Yang diaturnya nanti bagaimana penyederhanaan di dalam parlemennya ketika mereka sudah masuk parlemen," lanjutnya.
Dengan model ini, partai politik yang memperoleh hanya satu atau dua kursi tetap bisa duduk di DPR, namun mereka harus bergabung dengan partai lain untuk membentuk fraksi agar bisa berfungsi secara efektif di legislatif.
Titi memahami kekhawatiran soal kerumitan jika terlalu banyak partai di parlemen. Karena itu, dia menawarkan aturan terkait ambang batas pembentukan fraksi.
"Nanti di parlemen bisa diberlakukan persyaratan misalnya ambang batas pembentukan fraksi begitu ya. Tapi dari awal jangan dihambat dulu, jadi jangan memberlakukan ambang batas yang menghalangi partai untuk memperoleh kursi," ucapnya.
"Yang diaturnya nanti bagaimana penyederhanaan di dalam parlemennya ketika mereka sudah masuk parlemen," lanjutnya.
Dengan model ini, partai politik yang memperoleh hanya satu atau dua kursi tetap bisa duduk di DPR, namun mereka harus bergabung dengan partai lain untuk membentuk fraksi agar bisa berfungsi secara efektif di legislatif.
(jon)
Lihat Juga :