Petani Tebu yang Belum Merdeka
Jum'at, 24 Juli 2026 - 21:17 WIB
Khudori, Anggota Komite Ketahanan Pangan INKINDO, dan Pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian dan AEPI. Foto/Dok.SindoNews
Khudori
Anggota Komite Ketahanan Pangan INKINDO
Pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian dan AEPI
KABAR menggembirakan berhembus dari Malang, Jawa Timur. Ketika menghadiri panen raya dalam rangka TNI mendukung program ketahanan pangan nasional, 17 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto mendapatkan laporan petani tebu tak lagi menjerit karena harga tetes tebu yang rendah. Tetes bisa diolah menjadi etanol.
Sejak ada aturan yang memperketat impor etanol, seperti dilaporan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada Prabowo, harga produk samping dari mengolah tebu itu pelan-pelan membaik. Tahun lalu harga tetes tebu anjlok.
Pada awal giling, Mei 2025, harga masih Rp1.600 per kg. Tapi akhir giling, Oktober-Nopember 2025, harga terjun bebas menjadi Rp1.000 per kg, bahkan Rp700 per kg. Padahal, tahun 2024 harga tetes Rp2.500 hingga Rp3.000 per kg. Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia) M Nur Khabsyin, harga jatuh karena serbuan impor etanol. Impor bebas tanpa pembatasan apa pun, termasuk kuota.
Anggota Komite Ketahanan Pangan INKINDO
Pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian dan AEPI
KABAR menggembirakan berhembus dari Malang, Jawa Timur. Ketika menghadiri panen raya dalam rangka TNI mendukung program ketahanan pangan nasional, 17 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto mendapatkan laporan petani tebu tak lagi menjerit karena harga tetes tebu yang rendah. Tetes bisa diolah menjadi etanol.
Sejak ada aturan yang memperketat impor etanol, seperti dilaporan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada Prabowo, harga produk samping dari mengolah tebu itu pelan-pelan membaik. Tahun lalu harga tetes tebu anjlok.
Pada awal giling, Mei 2025, harga masih Rp1.600 per kg. Tapi akhir giling, Oktober-Nopember 2025, harga terjun bebas menjadi Rp1.000 per kg, bahkan Rp700 per kg. Padahal, tahun 2024 harga tetes Rp2.500 hingga Rp3.000 per kg. Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia) M Nur Khabsyin, harga jatuh karena serbuan impor etanol. Impor bebas tanpa pembatasan apa pun, termasuk kuota.
Lihat Juga :