Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
Senin, 06 Oktober 2025 - 21:46 WIB
Ini sebagai bukti nyata dalam mendukung UMKM di Indonesia untuk memasarkan produk di Eropa tanpa risiko kerugian. Banyak upaya promosi UMKM produk Indonesia di Eropa yang justru hanya berupa iming-iming masuk pasar Eropa, sementara pelaku UMKM yang menanggung risiko kerugian seperti barang tidak laku dan omset pameran tidak sesuai janji komersil yang mereka terima.
”Kami melalui Perinma hanya ingin memberi, bukan bisnis dan bukan tempat kami mencari sumber penghasilan, sehingga kami memastikan, pelaku UMKM tidak memiliki kerugian apapun,” kata Ketua Pelaksana Program This is Indonesia Tri Ambar Indriasti-Hafner.
Ketua Departmen Budaya dan Pariwisata Perinma ini menerangkan, kegiatan ini pengalaman mereka pertama kali menyelenggarakan kegiatan eksibisi interaktif sehingga tidak berani membuat yang terlalu besar. Juga mereka ingin meyakinkan semua peserta dapat merasakan pengalaman langsung berinteraksi dengan budaya Indonesia.
”Syukur Alhamdulilah, ternyata minat yang hadir melebihi ekspektasi kami. Untungnya kami siap dengan peralatan extra seperti canting dan kain untuk membatik,” tambahnya.
Sepanjang acara, para tamu yang didominasi orang asing ini tampak betah dan asyik menikmati rentetan kegiatan. Kegiatan membatik misalnya, diikuti segala usia, dari muda sampai tua. Mereka serius mengikuti instruksi dari pembatik dari awal menggambar sampai merebus kainnya.
Sementara dalam kegiatan memasak bersama, peserta tampak antusias dari awal mendengarkan penjelasan tentang bumbu dan rempah sampai akhir mencicipi hidangan hasil masak bersama. Kegiatan menari dan bermain angklung juga tidak kalah menarik. Semua partisipan tampak bersenang-senang mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh instruktur.
”Kami melalui Perinma hanya ingin memberi, bukan bisnis dan bukan tempat kami mencari sumber penghasilan, sehingga kami memastikan, pelaku UMKM tidak memiliki kerugian apapun,” kata Ketua Pelaksana Program This is Indonesia Tri Ambar Indriasti-Hafner.
Ketua Departmen Budaya dan Pariwisata Perinma ini menerangkan, kegiatan ini pengalaman mereka pertama kali menyelenggarakan kegiatan eksibisi interaktif sehingga tidak berani membuat yang terlalu besar. Juga mereka ingin meyakinkan semua peserta dapat merasakan pengalaman langsung berinteraksi dengan budaya Indonesia.
”Syukur Alhamdulilah, ternyata minat yang hadir melebihi ekspektasi kami. Untungnya kami siap dengan peralatan extra seperti canting dan kain untuk membatik,” tambahnya.
Sepanjang acara, para tamu yang didominasi orang asing ini tampak betah dan asyik menikmati rentetan kegiatan. Kegiatan membatik misalnya, diikuti segala usia, dari muda sampai tua. Mereka serius mengikuti instruksi dari pembatik dari awal menggambar sampai merebus kainnya.
Sementara dalam kegiatan memasak bersama, peserta tampak antusias dari awal mendengarkan penjelasan tentang bumbu dan rempah sampai akhir mencicipi hidangan hasil masak bersama. Kegiatan menari dan bermain angklung juga tidak kalah menarik. Semua partisipan tampak bersenang-senang mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh instruktur.
Lihat Juga :