Terlalu Cepat, Chief...(Mengenang Arif Budimanta)

Minggu, 07 September 2025 - 18:53 WIB
Hardy R Hermawan, Pernah membantu Arif Budimanta di KEIN, Stafsus Presiden, dan SigmaPhi Indonesia. Foto: Ist
Hardy R Hermawan

Pernah membantu Arif Budimanta di KEIN, Stafsus Presiden, dan SigmaPhi Indonesia



SEBUAHnama yang kerap memberi makna dalam banyak analisis ekonomi, dalam rapat-rapat strategis, dalam perdebatan kebijakan, tiba-tiba tiada. Dr. Arif Budimanta . AB. Chief AB. Usianya 57—angka yang terlalu muda untuk seorang pemikir yang masih mencerna segala soal tentang bangsa. Dia berpulang di puncak malam, Sabtu dini hari, 6 September 2025, pukul 00.06 wib.

Duka ini bukan sekadar duka bagi sebuah keluarga. Meskipun untuk istri dan ketiga putranya, mungkin langit seperti runtuh. Lara mereka amat menyayat. Tapi, ini juga duka untuk sebuah negeri yang masih sangat membutuhkan orang-orang seperti dia: ekonom andal yang tak terjebak di menara gading, politisi PDI Perjuangan yang tak kehilangan nurani kerakyatan, pemimpin yang hangat yang tak pernah menukar ketulusan dengan kekuasaan. Ratusan karangan bunga dari pelbagai kalangan berdatangan ke rumah tuanya yang biasa saja, tapi teduh, di Rawamangun, Jakarta.

Sepertinya, Arif Budimanta mendapatkan sumber dari semua energi intelektual dan dedikasinya itu dari keimanannya. Dia seorang yang saleh dan taat beribadah. Ketaatannya ibarat kerangka moral yang mengawal seluruh tindakan dan pikirannya. Dia Ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Dewan Pakar ICMI. Zaman mahasiswanya dihiasi aktivitas di HMI. Di tempat-tempat itu, dia seperti menemukan ruang selaras antara keyakinan agama dan panggilan profesionalnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!