109 Dokter Gugur Akibat Covid-19, IDI Terbitkan Pedoman Standar Perlindungan
Jum'at, 11 September 2020 - 16:57 WIB
Lebih lanjut dikatakan Halik, rasio kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia, saat ini termasuk yang tertinggi. Menurutnya, dengan menyusun pedoman perlindungan dokter menjadi salah satu tindakan pencegahan agar tidak levih banyak memakan korban. "Olehnya itu perlu upaya pencegahan dan mitigasi agar mereka para dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan senantiasa terlindungi dan terjamin keselamatannya," ucapnya.
Dia berharap, pedoman tersebut akan dipayungi oleh kebijakan Pemerintah. Sehingga pedoman tersebut dapat menjadi acuan dan mampu terlaksana dengan baik di lapangan. (Baca juga: Kembangkan Vaksin Corona, Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Jepang)
Sebelumnya, berdasarkan data yang diterima PB IDI pada Kamis, 10 September 2020 tercatat 109 dokter di Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19. Ke-109 dokter tersebut terbagi menjadi 7 guru besar, 53 orang dokter umum dan 49 dokter spesialis. Jika ditelisik berdasarkan wilayahnya, kematian dokter Indonesia tertinggi ada di Jawa Timur sebanyak 29 dokter, Sumatera Utara sebanyak 20 dokter serta DKI Jakarta yakni 13 dokter.
Dia berharap, pedoman tersebut akan dipayungi oleh kebijakan Pemerintah. Sehingga pedoman tersebut dapat menjadi acuan dan mampu terlaksana dengan baik di lapangan. (Baca juga: Kembangkan Vaksin Corona, Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Jepang)
Sebelumnya, berdasarkan data yang diterima PB IDI pada Kamis, 10 September 2020 tercatat 109 dokter di Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19. Ke-109 dokter tersebut terbagi menjadi 7 guru besar, 53 orang dokter umum dan 49 dokter spesialis. Jika ditelisik berdasarkan wilayahnya, kematian dokter Indonesia tertinggi ada di Jawa Timur sebanyak 29 dokter, Sumatera Utara sebanyak 20 dokter serta DKI Jakarta yakni 13 dokter.
(cip)
Lihat Juga :